TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Persaingan menuju kursi Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) periode 2026–2030 semakin ramai. Sejumlah nama mulai mengambil formulir dan menyerahkan dokumen pendaftaran, termasuk figur yang pernah merasakan atmosfer kontestasi sebelumnya.
Salah satunya adalah Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FKIP UHO, Prof Edy Karno. Akademisi bidang pendidikan itu kembali memastikan diri masuk dalam bursa Pilrek setelah menyerahkan berkas pendaftaran ke panitia pada Senin (25/5/2026).
Langkah tersebut menjadi penanda kembalinya Prof Edy ke panggung Pilrek. Sebelumnya, ia juga pernah ikut bertarung pada pemilihan rektor periode 2025–2029.
Meski kembali maju, Prof Edy menegaskan keikutsertaannya bukan sekadar mengulang langkah lama.
Ia menyebut keputusan tersebut lahir dari rasa memiliki terhadap kampus yang telah menjadi bagian besar dalam perjalanan akademik dan pengabdiannya.
“Saya besar di UHO dan berproses di kampus ini. Karena itu saya merasa punya tanggung jawab untuk ikut memikirkan masa depannya,” ujarnya.
Bagi Prof Edy, UHO tidak hanya membutuhkan pemimpin yang kuat dalam tata kelola, tetapi juga figur yang mampu membangun kebersamaan dan memperkuat budaya akademik.
Menurutnya, kemajuan universitas tidak dapat dicapai melalui kerja individual, melainkan lewat kolaborasi seluruh unsur kampus.
Ia juga menilai seluruh kandidat yang maju sebenarnya membawa misi yang sama, yakni mendorong UHO menjadi perguruan tinggi yang semakin berkembang dan berdaya saing.
“Siapa pun yang maju tentu punya tujuan baik untuk kampus. Yang penting bagaimana kita bersama-sama memberi kontribusi,” katanya.
Nama Prof Edy sendiri cukup dikenal di lingkungan FKIP. Perjalanan akademiknya banyak dihabiskan di fakultas tersebut melalui berbagai posisi strategis. Ia pernah menjadi Sekretaris Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial, Pelaksana Tugas Ketua Jurusan IPS hingga dipercaya memimpin Jurusan Pendidikan Ekonomi.
Aktivitasnya tidak berhenti pada pengelolaan akademik. Prof Edy juga aktif menghasilkan karya ilmiah dan literatur pendidikan.
Beberapa buku yang ditulisnya membahas pembelajaran ekonomi tingkat SMA dan MA, penguatan mutu pendidikan hingga inovasi proses belajar.
Sementara di bidang penelitian, publikasinya tercatat terbit pada jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus Q3 dan Q4, serta jurnal nasional terakreditasi.
Dedikasinya di dunia pendidikan turut mendapat apresiasi melalui penghargaan Satyalancana Karya Satya X yang diterimanya dari Presiden Republik Indonesia pada 2013.
Masuknya kembali Prof Edy Karno membuat peta Pilrek UHO semakin berwarna.
Ia hadir bukan hanya sebagai kandidat lama yang kembali mencoba peruntungan, tetapi juga membawa pengalaman panjang di bidang pendidikan yang menjadi salah satu fondasi utama perguruan tinggi.
Kini, persaingan menuju kursi rektor tidak lagi sekadar soal figur, melainkan adu gagasan tentang arah UHO dalam lima tahun mendatang.
Penulis: Tim Redaksi
