TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Di tengah ramainya bursa calon Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) periode 2026-2030, nama mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Sulawesi Tenggara (Sultra) Asrun Lio, sempat disebut-sebut sebagai salah satu figur yang berpotensi meramaikan kontestasi. Namun, spekulasi tersebut dipastikan tidak akan menjadi kenyataan.
Asrun Lio menegaskan dirinya tidak memiliki rencana mengikuti Pemilihan Rektor (Pilrek) UHO 2026. Setelah kembali ke kampus, ia memilih melanjutkan pengabdian sebagai dosen dan menuntaskan target akademik yang selama ini menjadi cita-citanya, yakni meraih gelar guru besar.
Penegasan itu disampaikan Asrun saat ditemui di lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UHO pada Selasa (2/6/2026). Menurutnya, isu pencalonan dirinya muncul karena kepulangannya ke UHO bertepatan dengan tahapan pendaftaran bakal calon rektor.
Ia menjelaskan, sejak 1 Mei 2026 dirinya telah resmi kembali bertugas di UHO setelah menyelesaikan masa pengabdiannya sebagai aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.
“Sejak awal Mei saya sudah kembali ke UHO setelah menyelesaikan tugas di Pemprov Sultra. Karena waktunya bertepatan dengan proses Pilrek, muncul berbagai asumsi yang mengaitkan saya dengan kontestasi tersebut,” ujarnya.
Meski mengaku menghargai perhatian publik yang menempatkan namanya dalam bursa calon rektor, Asrun menegaskan kepulangannya ke kampus tidak memiliki agenda politik akademik. Ia menyebut fokusnya saat ini sepenuhnya diarahkan pada pengembangan karier akademik.
Menurut alumnus UHO itu, menjadi guru besar merupakan impian yang ingin diwujudkannya setelah bertahun-tahun menjalani berbagai amanah di jalur birokrasi pemerintahan.
“Saya berterima kasih atas perhatian dan kepercayaan masyarakat. Tetapi saya tidak maju sebagai calon rektor. Fokus saya sekarang adalah kembali ke dunia akademik dan mengejar target menjadi guru besar,” katanya.
Mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra tersebut menilai momentum Pilrek saat ini seharusnya menjadi ruang bagi para kandidat yang telah resmi mendaftarkan diri untuk menyampaikan gagasan terbaik bagi masa depan UHO.
Ia pun mengajak seluruh sivitas akademika untuk memberikan dukungan kepada proses demokrasi kampus yang sedang berlangsung agar menghasilkan pemimpin terbaik bagi universitas terbesar di Sulawesi Tenggara tersebut.
Bagi Asrun, kontribusi terhadap kemajuan kampus tidak selalu harus dilakukan dari kursi pimpinan tertinggi. Seorang dosen, kata dia, juga memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Kampus bisa diperkuat dari banyak sisi. Saya ingin memberikan kontribusi melalui peran sebagai dosen dan akademisi. Itu yang menjadi fokus saya saat ini,” ungkapnya.
Asrun juga menyoroti pilihan karier yang dapat ditempuh seorang aparatur sipil negara. Menurutnya, ASN memiliki ruang untuk berkembang baik melalui jalur struktural maupun jalur fungsional sesuai kompetensi dan kebutuhan organisasi.
Setelah cukup lama berkiprah dalam berbagai jabatan pemerintahan, ia merasa saat ini merupakan waktu yang tepat untuk kembali ke akar profesinya sebagai pendidik.
“Semua jabatan yang pernah saya emban adalah amanah yang harus dijalankan dengan baik. Setelah menyelesaikan tugas di jalur struktural, kini saya ingin menuntaskan perjalanan akademik yang selama ini belum tercapai,” tuturnya.
Dengan sikap tersebut, Asrun Lio memastikan dirinya tidak akan masuk dalam daftar kandidat Pilrek UHO 2026. Ia memilih kembali ke ruang kuliah dan dunia akademik, melanjutkan pengabdian sebagai dosen sekaligus mengejar cita-cita menjadi guru besar.
Penulis: Tim Redaksi
