TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari mencatat sebanyak 5.445 jiwa dan 1.339 unit rumah terdampak banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kepala BPBD Kota Kendari, Cornelius Padang, mengatakan banjir terjadi akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kota Kendari dalam beberapa hari terakhir hingga menyebabkan sungai meluap dan merendam permukiman warga.
“Data sementara yang masuk ke BPBD, sebanyak 5.445 jiwa terdampak dan 1.339 rumah terendam banjir,” ujar Cornelius.
Ia menjelaskan, terdapat 16 kelurahan yang terdampak banjir, masing-masing Kelurahan Lepo-Lepo, Baruga, Anduonohu, Wundumbatu, Matabubu, Anggoeya, Kambu, Wuawua, Bonggoeya, Wundudopi, Bende, Anaiwoi, Abeli, Anggalomelai, Lapulu, dan Korumba.
Selain merendam rumah warga, banjir juga mengganggu aktivitas masyarakat di sejumlah titik akibat genangan air yang menutup akses jalan lingkungan dan fasilitas umum.
Tak hanya banjir, bencana tanah longsor juga dilaporkan terjadi di beberapa wilayah di Kota Kendari. Berdasarkan data BPBD, longsor berdampak pada 13 unit rumah dan 28 jiwa.
Sementara itu, kejadian pohon tumbang turut terjadi akibat cuaca ekstrem dan berdampak pada 3 kepala keluarga (KK) atau 7 jiwa.
Cornelius menambahkan, pihaknya bersama tim gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, dan relawan masih terus melakukan pendataan serta penanganan di lokasi terdampak.
“Kami terus melakukan pemantauan dan penanganan di lapangan, termasuk membantu warga yang membutuhkan evakuasi,” tambahnya.
BPBD Kota Kendari juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas tinggi yang diperkirakan masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Penulis: Tim Redaksi
