TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Bakal calon Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) periode 2026–2030 nomor urut 1, Prof Baru Sadarun, menawarkan terobosan pendanaan bagi sivitas akademika dengan menyiapkan alokasi hingga Rp100 juta setiap tahun untuk profesor, doktor, dan anggota senat apabila dipercaya memimpin UHO.
Program tersebut dipaparkan saat rapat senat khusus penyampaian visi, misi, dan program kerja calon rektor di Auditorium Mokodompit UHO, Kecamatan Kambu, Kota Kendari pada Selasa (30/6/2026).
Berbeda dengan pendekatan yang hanya berfokus pada pembangunan fisik, Prof Baru Sadarun menilai peningkatan kualitas akademik harus diawali dengan memperkuat dukungan pendanaan bagi dosen dan akademisi agar mampu menghasilkan riset, inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat yang lebih berdampak.
“Strategi yang kami lakukan adalah meningkatkan pendapatan universitas sekaligus melakukan efisiensi pengeluaran agar ruang fiskal untuk pengembangan akademik semakin besar,” ujarnya.
Menurutnya, skema pendanaan tersebut bukan sekadar janji, melainkan dapat direalisasikan karena UHO saat ini telah berstatus Badan Layanan Umum (BLU) yang memiliki fleksibilitas dalam mengembangkan sumber pendapatan di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Uang Kuliah Tunggal (UKT).
Untuk memperkuat kapasitas keuangan kampus, ia menyiapkan sejumlah langkah strategis, di antaranya mengoptimalkan hilirisasi hasil penelitian sebagai sumber pendapatan universitas, memanfaatkan aset-aset kampus yang belum produktif, serta mengembangkan kawasan bekas Fakultas Pascasarjana menjadi unit usaha yang menghasilkan nilai ekonomi.
Selain meningkatkan pemasukan, Prof Baru Sadarun juga menargetkan efisiensi anggaran melalui digitalisasi layanan administrasi kampus. Sistem surat-menyurat, pelayanan akademik hingga proses bimbingan skripsi akan diarahkan menggunakan dokumen elektronik guna mengurangi penggunaan kertas sekaligus mempercepat pelayanan.
“Dua strategi itu berjalan bersamaan, yaitu meningkatkan pendapatan dan melakukan efisiensi anggaran,” katanya.
Dalam skema yang ditawarkannya, alokasi dana Rp100 juta diberikan sesuai kebutuhan dan fungsi masing-masing kelompok akademisi.
Para profesor akan memperoleh dukungan pembiayaan riset agar mampu menghasilkan penelitian berkualitas dan publikasi ilmiah yang mampu meningkatkan reputasi UHO di tingkat nasional maupun internasional.
Prof Baru Sadarun menilai selama ini banyak profesor memiliki kapasitas akademik yang tinggi, namun produktivitas riset masih terkendala minimnya dukungan pendanaan.
“Profesor memiliki kemampuan yang luar biasa. Persoalannya sering kali riset tidak berjalan maksimal karena keterbatasan dana. Akibatnya, luaran penelitian juga belum optimal,” jelasnya.
Sementara itu, dosen bergelar doktor akan mendapatkan dukungan pembiayaan untuk memperluas kegiatan pengabdian kepada masyarakat sehingga manfaat keilmuan dapat dirasakan lebih luas, khususnya di berbagai daerah di Sultra.
Tidak hanya itu, anggota Senat UHO juga direncanakan memperoleh dukungan pendanaan untuk mendorong lahirnya berbagai karya dan gagasan strategis. Menurutnya, selama ini belum tersedia alokasi khusus yang dapat menunjang produktivitas lembaga senat.
Melalui program tersebut, Prof Baru Sadarun berharap UHO tidak hanya mampu meningkatkan kesejahteraan sivitas akademika, tetapi juga memperkuat budaya riset, inovasi, dan pengabdian masyarakat sebagai fondasi menuju universitas berkelas dunia.
Laporan: Ismu
