Daerah  

Dramatis Jelang Keberangkatan, Kemenhaj Sultra Selamatkan Dua Kursi Haji yang Nyaris Hangus

Koordinator Tim Visa Kemenhaj Sultra, Angki.

TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Dua kursi haji Sulawesi Tenggara (Sultra) nyaris kosong jelang keberangkatan Kloter 35 menuju Embarkasi Makassar. Namun, kerja cepat tim Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sultra pada dini hari berhasil menyelamatkan kuota tersebut hanya dalam hitungan jam.

Situasi itu bermula setelah dua jemaah asal Kabupaten Kolaka Utara, Rabo dan Suriani R, terpaksa menunda keberangkatan karena kondisi kesehatan. Bapak dan anak tersebut sebelumnya dijadwalkan berangkat bersama Kloter 35 pada Kamis, 14 Mei 2026 ke Embarkasi Makassar.

Koordinator Tim Visa Kemenhaj Sultra, Angki, mengatakan kondisi Rabo yang sakit membuat proses keberangkatan keduanya harus dihentikan sementara. Penundaan itu membuat Kemenhaj Sultra harus bergerak cepat agar dua kursi haji tidak hangus dan jatah haji daerah tetap utuh.

Baca Juga :  Kemenhaj Sultra Imbau Waspada Umrah Murah

“Kalau tidak segera diproses penggantinya, kuota bisa hilang. Karena itu kami langsung lakukan langkah cepat,” ujar Angki saat ditemui di Embarkasi Makassar pada Rabu (13/5/2026).

Untuk menutup kekosongan di Kloter 35, Kemenhaj Sultra lebih dulu menarik dua jemaah dari Kloter 43. Namun langkah tersebut belum menyelesaikan persoalan, sebab kursi kosong di Kloter 43 juga harus segera diisi kembali.

Di tengah waktu yang semakin sempit, Kemenhaj Sultra kemudian mencari jemaah cadangan lunas yang siap diberangkatkan dan mau ditempatkan di kloter mana saja. Hasilnya, pasangan suami istri asal Kota Kendari, Weka Widiati dan Maman Romansyah, ditetapkan sebagai pengganti.

Baca Juga :  37 Petugas Haji Resmi Dilepas untuk Kawal 2.078 Jemaah Sultra, Prioritaskan Pelayanan Maksimal

Namun proses administrasi ternyata tidak berjalan mudah. Dua jemaah asal Kolut itu diketahui sudah mengantongi status “printed” pada aplikasi E-Hajj, yang berarti visa dan layanan Nusuk mereka telah terbit.

Akibatnya, sistem tidak bisa langsung menerima nama pengganti sebelum seluruh dokumen keberangkatan milik jemaah yang menunda dibatalkan terlebih dahulu.

“Jadi kami harus ajukan surat dulu ke Subdit Dokumen Kemenhaj RI untuk proses cancel visa dan Nusuknya,” jelas Angki.

Koordinasi dilakukan intens sejak Selasa malam, 12 Mei 2026. Sekitar pukul 18.00 Wita, proses pembatalan mulai berjalan. Tim Kemenhaj Sultra kemudian berjaga hingga dini hari menunggu status pembatalan muncul di sistem.

Baca Juga :  Sultra Laporkan Hilal Nihil, Sidang Isbat Penentu

Penantian panjang itu akhirnya terjawab pada Rabu, 13 Mei 2026 pukul 02.31 Wita saat status cancel resmi keluar. Tanpa menunggu lama, tim langsung memasukkan data dua jemaah pengganti ke aplikasi.

“Kami langsung entry cepat saat sistem dibuka. Visa dan Nusuk untuk jemaah pengganti juga dibuka khusus demi menyelamatkan kuota Sultra,” katanya.

Kerja maraton itu akhirnya membuahkan hasil beberapa jam kemudian. Tepat pukul 05.13 Wita, Weka Widiati dan Maman Romansyah dinyatakan lolos verifikasi pada aplikasi Nusuk dan seluruh proses administrasi selesai.

Keberhasilan tersebut memastikan kuota haji Sultra tahun 2026 tetap aman sebanyak 2.078 jemaah tanpa ada kursi yang terbuang.

Penulis: Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *