TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Tenggara (Sultra) memberikan penguatan karakter dan edukasi kepada pelajar dalam mencegah penyalahgunaan narkoba melalui talkshow yang digelar di aula Dikbud Sultra pada Rabu (21/1/2026).
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga (KPRK) MUI Sultra dan diikuti oleh 80 peserta dari SMA/SMK, Madrasah Aliyah, SMP dan Madrasah Tsanawiyah sederajat di Kota Kendari.
Panitia pelaksana talkshow, Andi Intang mengatakan, program tersebut sebagai bentuk perhatian kepada generasi muda yang sedang belajar baik melalui lembaga pendidikan maupun generasi muda yang ada di masyarakat.
“Para pelajar diberikan pemahaman mengenai dampak negatif narkoba, baik dari sisi kesehatan, hukum, maupun masa depan pendidikan dan karier,” ucapnya.
Talkshow tersebut diisi oleh 4 pemateri, yaitu Direktur Reserse Polda Sultra Kombes Pol. Amri Yudhy Syamsualam Rama Wispha, Badan Narkotika Nasional (BNN) Sultra Nur Adnan Aga, Kakanwil Kemenag Sultra, H Mansur dan Psikolog Ayub Djafar.
Sementara itu, Ketua Umum MUI Sultra KH. Mursyidin mengatakan, pelajar merupakan kelompok yang rentan terhadap penyalahgunaan narkoba akibat rasa ingin tahu dan tekanan sosial.
Oleh karena itu, pembinaan sejak dini dinilai penting agar pelajar memiliki prinsip hidup yang kuat, disiplin, serta mampu mengambil keputusan yang tepat.
“Salah satu dampak narkoba ini adalah merusak akal. Ini yang menyebabkan sehingga diharamkan oleh agama,” ucap KH. Musryidin.
MUI Sultra juga mengajak para pelajar untuk aktif dalam kegiatan positif, seperti organisasi sekolah, keagamaan, dan sosial kemasyarakatan.
Hal itu diharapkan dapat membentuk kepribadian yang produktif sekaligus memperkecil peluang terjerumus pada penyalahgunaan narkoba.
Melalui kegiatan itu, MUI Sultra optimistis pelajar dapat menjadi garda terdepan dalam menolak narkoba serta menjadi agen perubahan positif di tengah masyarakat.(red)
