Plt Rektor UHO Dr Herman Maju Pilrek, Kode Kementerian?

Dr Herman resmi maju Pilrek UHO 2026

TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Langkah Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Universitas Halu Oleo (UHO), Dr Herman maju dalam Pemilihan Rektor (Pilrek) UHO periode 2026-2030 memunculkan pertanyaan baru.

Pasalnya, saat ditunjuk sebagai Plt Rektor pada Agustus 2025 lalu, ia disebut sebagai sosok yang tidak akan ikut bertarung dalam kontestasi rektor.

Dr Herman resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon rektor UHO melalui perwakilannya, Dosen Fakultas Hukum UHO, Ayib Rosidin di Sekretariat Panitia Pilrek UHO pada hari terakhir pendaftaran, Selasa (2/6/2026).

Pendaftaran dilakukan tanpa kehadiran langsung Dr Herman karena saat ini tengah menjalankan ibadah haji di Arab Saudi. Ayib mengaku mendapat amanah untuk menyerahkan seluruh dokumen pencalonan sekaligus menyampaikan permohonan maaf Dr Herman kepada panitia.

Baca Juga :  Polda Sultra Gandeng UHO, Tingkatkan Profesionalisme Polri Lewat Assessment Center

“Saya diberikan amanah untuk mendaftarkan Dr Herman sebagai bakal calon rektor karena beliau sedang cuti menunaikan ibadah haji,” ujar Ayib kepada wartawan.

Menurutnya, berbagai gagasan dan visi yang akan diusung Dr Herman dalam Pilrek UHO akan dipaparkan langsung setelah yang bersangkutan kembali ke Kendari.

Namun, pencalonan Dr Herman kali ini mengingatkan publik pada proses penunjukannya sebagai Plt Rektor UHO beberapa bulan setelah wafatnya rektor definitif saat itu, Prof Armid.

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 096/M/KP.06.00/2025, Dr Herman ditetapkan sebagai Plt Rektor UHO sejak 25 Agustus 2025 hingga dilantiknya rektor definitif.

Baca Juga :  Guru Besar FPIK Prof Ma’ruf Kasim Daftar Pilrek UHO, Tawarkan 4 Agenda Pembenahan Kampus

Saat konferensi pers usai penunjukan tersebut, Dr Herman mengungkapkan bahwa Menteri Diktisaintek kala itu melakukan pertemuan virtual bersama empat wakil rektor UHO sehari setelah pemakaman Prof Armid.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi dan staf khusus menteri bidang tata kelola, hukum, dan regulasi itu, Menteri disebut meminta agar jabatan Plt Rektor diisi oleh figur yang tidak berencana maju sebagai calon rektor pada pemilihan berikutnya.

“Saya sudah mengambil bagian dari proses pengangkatan itu. Saya memang dianggap tidak mencalonkan diri. Karena itu saya ditunjuk menjadi Plt untuk menjaga konflik kepentingan dalam penyelenggaraan,” kata Dr Herman saat itu.

Pernyataan tersebut kini kembali menjadi perhatian seiring keputusan Dr Herman masuk dalam bursa calon rektor UHO 2026-2030. Keputusan itu mulai menafsirkan apakah perubahan sikap tersebut merupakan dinamika yang berkembang setelah penunjukan Plt dilakukan atau justru menunjukkan adanya perubahan peta politik kampus menjelang Pilrek.

Baca Juga :  Tunaikan Haji, Prof Azhar Bafadal Tetap Pastikan Namanya Masuk Bursa Pilrek UHO 2026

Terlepas dari itu, Dr Herman bukan nama baru di lingkungan UHO. Akademisi berlatar belakang hukum tersebut pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Hukum UHO selama dua periode, yakni 2018 hingga 2025.

Ia juga telah mengabdikan diri sebagai dosen sejak 2002 dan dikenal aktif dalam berbagai penelitian serta publikasi ilmiah, terutama pada bidang hukum pidana, hukum administrasi negara, dan keadilan restoratif.

Penulis: Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *