TOLANOSULTRA.COM, MAKASSAR – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) sektor jasa keuangan dengan meresmikan Learning Center OJK di Kantor OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar), Makassar pada Senin (26/1/2026).
Peresmian fasilitas tersebut dipimpin Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Mirza Adityaswara. Kehadiran Learning Center menjadi bagian dari strategi OJK untuk mencetak SDM yang kompeten sekaligus memperkuat literasi dan inklusi keuangan, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
Dalam sambutannya, Mirza menegaskan bahwa pengembangan kapasitas pegawai OJK di daerah menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Menurutnya, kualitas SDM yang mumpuni akan menentukan kemampuan regulator dalam merespons perubahan industri jasa keuangan yang berkembang semakin cepat.
“Perhatian yang lebih intensif terhadap pengembangan SDM di Kantor OJK Daerah menjadi kunci untuk memastikan keselarasan antara kebutuhan industri, regulator, dan dinamika lingkungan strategis yang terus berkembang,” ujar Mirza.
Ia menjelaskan, OJK telah menyiapkan sejumlah arah kebijakan untuk mendukung peningkatan kualitas SDM, mulai dari Blueprint Pengembangan SDM Industri Jasa Keuangan hingga Roadmap Infrastruktur Kelogistikan. Berbagai kebijakan tersebut diharapkan mampu menjaga daya saing industri jasa keuangan nasional di tengah tantangan global.
Learning Center OJK tidak hanya difungsikan sebagai tempat pelatihan, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi bagi regulator, pelaku industri, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memperdalam pemahaman mengenai regulasi, inovasi, serta isu-isu strategis di sektor jasa keuangan.
Makassar dipilih sebagai salah satu dari tiga pusat Learning Center OJK di Indonesia. Dua hub lainnya berada di Surabaya, Jawa Timur, dan Palembang, Sumatera Selatan, sehingga wilayah Indonesia Timur memiliki pusat pengembangan kompetensi yang lebih dekat dan mudah diakses.
Kepala OJK Provinsi Sulselbar, Mochammad Muchlasin, mengatakan keberadaan fasilitas tersebut menjadi kebutuhan mendesak mengingat besarnya industri jasa keuangan di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.
Ia mengungkapkan, wilayah kerja OJK Sulselbar saat ini mencakup 80 perbankan, 17 perusahaan pasar modal, 89 perusahaan perasuransian dan dana pensiun, serta 71 lembaga pembiayaan dan modal ventura.
Kondisi tersebut membutuhkan peningkatan kompetensi SDM secara berkelanjutan agar kualitas pengawasan dan pelayanan kepada industri tetap optimal.
Melalui Learning Center itu, OJK berharap tercipta SDM yang lebih profesional, adaptif, dan siap menghadapi transformasi sektor jasa keuangan. Langkah tersebut sekaligus menjadi wujud komitmen OJK dalam membangun industri keuangan yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan demi mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Laporan: Ismu
