BPR Bahteramas Kendari Masuk Kampus, KPI Fest Jadi Ajang Edukasi Mahasiswa Soal Keuangan dan Kejahatan Digital

BPR Bahteramas Kendari dukung KPI Fest Vol 3 IAIN Kendari dengan literasi keuangan dan edukasi waspada kejahatan digital bagi mahasiswa.

TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – PT BPR Bahteramas Kendari (Perseroda) memperluas jangkauan literasi keuangan dengan menyasar lingkungan kampus. Kali ini, bank milik daerah tersebut ambil bagian dalam kegiatan KPI Fest Vol 3 yang diselenggarakan mahasiswa Komisi Penyiaran Islam (KPI) IAIN Kendari pada Selasa (19/5/2026).

Kehadiran BPR Bahteramas Kendari tidak sekedar mendukung pelaksanaan kegiatan, tetapi juga membawa misi edukatif melalui program literasi keuangan yang menyasar mahasiswa sebagai generasi produktif dan pengguna aktif layanan digital.

Dalam sesi literasi, peserta mendapat pemahaman terkait produk lembaga jasa keuangan, pentingnya pengelolaan keuangan sejak dini, hingga ancaman kejahatan digital yang semakin marak seiring berkembangnya teknologi.

Baca Juga :  Dirut BPR Bahteramas Kendari Dorong Inovasi Kredit Lewat Skema Investasi Emas

Pejabat Eksekutif Bagian Pemasaran PT BPR Bahteramas Kendari (Perseroda), Rahmatullah, yang hadir mewakili Direktur Utama Suryaningsih mengatakan, generasi muda perlu dibekali kemampuan memahami sistem keuangan agar tidak mudah terjebak pada praktik keuangan ilegal maupun modus penipuan digital.

Menurutnya, mahasiswa saat ini menjadi salah satu kelompok yang paling aktif menggunakan layanan keuangan berbasis teknologi sehingga perlu memiliki pemahaman yang kuat terkait keamanan transaksi.

Baca Juga :  2.600 Petugas Sensus Ekonomi Mulai Bergerak di Sultra, BPS Minta Masyarakat Tak Ragu Berikan Data

“Melalui kegiatan ini, kami memberikan edukasi mengenai produk lembaga jasa keuangan sekaligus mengingatkan mahasiswa untuk lebih waspada terhadap berbagai bentuk kejahatan digital,” ujar Rahmatullah.

Ia menjelaskan, bentuk kejahatan digital yang kini sering terjadi tidak hanya berupa penipuan transaksi, tetapi juga penyalahgunaan data pribadi, tautan palsu, investasi ilegal, hingga pencurian identitas melalui media sosial dan aplikasi digital.

Karena itu, literasi keuangan dinilai menjadi benteng awal agar masyarakat, khususnya mahasiswa, mampu membedakan layanan keuangan resmi dan aktivitas yang berpotensi merugikan.

Baca Juga :  OJK: Perbankan Sultra Awali 2026 dengan Kinerja Solid, Kredit Diproyeksi Terus Tumbuh

Partisipasi BPR Bahteramas Kendari pada kegiatan tersebut juga menjadi bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang literasi finansial.

Rahmatullah menambahkan, edukasi kepada generasi muda akan terus diperluas karena mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen perubahan di tengah perkembangan ekonomi digital.

“Harapannya mahasiswa tidak hanya memahami cara menggunakan layanan keuangan, tetapi juga mampu mengelola keuangan dengan baik dan terhindar dari risiko kejahatan digital,” pungkasnya.

Penulis: Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *