TOLANOSULTRA.COM, BAUBAU – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, resmi menginjakkan kaki di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Sabtu (11/7/2026).
Kedatangan perdana Menteri Haji ke Sultra sejak berdirinya Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) itu disambut hangat oleh unsur pemerintah daerah, tokoh adat Kesultanan Buton, serta jajaran Kemenhaj daerah.
Rombongan Menteri Haji tiba di Bandara Betoambari Baubau sekitar pukul 13.15 Wita menggunakan pesawat Wings Air dengan nomor penerbangan IW-1308 dari Makassar.
Setibanya di bandara, Menteri disambut langsung oleh Wali Kota Baubau, Yusran Fahim, hingga Sultan Buton ke-41 Paduka Yang Mulia La Ode Muhammad Kari’u, didampingi pejabat Kesultanan Buton, yakni Bontona Gampikaro, Fahri dan Bontona Dete, Saalihi.
Turut hadir menyambut kedatangan rombongan Menteri Haji yakni jajaran Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenhaj Sultra, Kemenhaj kabupaten/kota se-Sultra yang sempat hadir, serta sejumlah Forkopimda Kota Baubau.
Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Kanwil Kemenhaj Sultra, La Mpane mengatakan, kunjungan kerja Menteri Haji di Baubau membawa sejumlah agenda strategis yang tidak hanya berkaitan dengan pelayanan haji, tetapi juga pengembangan ekonomi daerah.
“Agenda pertama Bapak Menteri adalah mengunjungi rumah keluarga almarhumah dr. Fitri Rezkiani sebagai bentuk empati sekaligus penghargaan atas pengabdian beliau yang wafat saat menjalankan tugas pelayanan haji di Tanah Suci,” ujar La Mpane.
Kunjungan tersebut akan dipusatkan di kediaman orang tua almarhumah di Lorong Shilet (Posdua), Jalan Hayam Wuruk, Kelurahan Kaobula, Kecamatan Murhum, Kota Baubau.
dr. Fitri Rezkiani diketahui merupakan dokter Kloter 38 UPG yang meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi, pada 7 Juni 2026 saat menjalankan tugas melayani jemaah haji Indonesia.
Usai melayat, Menteri Haji dijadwalkan meninjau PT Buton Indo Tuna di Kelurahan Sulaa. Perusahaan pengolahan hasil perikanan tersebut dipilih karena dinilai memiliki potensi menjadi bagian dari pengembangan ekosistem ekonomi haji, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pangan bagi jemaah haji dan umrah di Arab Saudi.
Menurut La Mpane, kunjungan ke perusahaan tersebut merupakan langkah awal Kementerian Haji dan Umrah dalam memetakan potensi unggulan daerah yang dapat dikembangkan melalui skema kerja sama ekonomi haji.
“Potensi perikanan Sultra sangat besar. Harapannya, produk-produk daerah nantinya bisa berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji maupun umrah,” jelasnya.
Rangkaian kunjungan kemudian dilanjutkan ke Masjid Agung Keraton Buton, di mana Menteri Haji bersama rombongan dijadwalkan melaksanakan salat Magrib berjemaah dengan masyarakat.
Pada malam harinya, rombongan Kementerian Haji dan Umrah RI akan mengikuti agenda internal sebelum menghadiri jamuan makan malam bersama Menteri Kebudayaan RI, Gubernur Sultra, dan sejumlah pejabat daerah di Rumah Adat Malige. Pertemuan tersebut juga akan dimanfaatkan untuk berdiskusi mengenai penguatan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, termasuk pengembangan ekonomi haji berbasis potensi lokal.
Sementara itu, agenda Menteri Haji pada Minggu (12/7/2026) masih bersifat tentatif dan akan menyesuaikan kegiatan Kementerian Kebudayaan RI bersama Pemprov Sultra.
Kemenhaj Sultra berharap kunjungan kerja tersebut menjadi momentum untuk mempererat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, sekaligus membuka peluang lebih besar bagi Sultra dalam mendukung penyelenggaraan ibadah haji melalui pengembangan sektor ekonomi berbasis potensi unggulan daerah.
Laporan: Ismu
