Menteri Haji Bidik Potensi Tuna Baubau, Kemenhaj Sultra Tinjau Industri Pengolahan Ikan Jelang Kunjungan

Kemenhaj Sultra meninjau PT Buton Indo Tuna di Baubau jelang kunjungan Menteri Haji untuk melihat potensi ekspor tuna dalam pengembangan ekosistem ekonomi haji. (Ismu/Tolanosultra.com)

TOLANOSULTRA.COM, BAUBAU Potensi industri perikanan Kota Baubau mulai dilirik sebagai bagian dari pengembangan ekosistem ekonomi haji nasional.

Menjelang kunjungan Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sulawesi Tenggara (Sultra) Muhammad Lalan Jaya, meninjau PT Buton Indo Tuna pada Jumat (10/7/2026).

Perusahaan pengolahan tuna tersebut menjadi salah satu lokasi yang akan dikunjungi Menteri Haji pada Sabtu (11/7/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan perusahaan sekaligus melihat secara langsung potensi industri perikanan yang dimiliki Sultra.

Turut mendampingi kunjungan itu Kepala Kantor Kemenhaj Kota Kendari, perwakilan Kemenhaj Kota Baubau, Kabupaten Buton, Buton Tengah, dan Buton Selatan, Kepala Dinas Perikanan Kota Baubau, serta sejumlah instansi terkait.

Baca Juga :  PPIH Sultra Ikuti Pembinaan dari Wamenhaj di Embarkasi Makassar

Muhammad Lalan Jaya mengatakan, Menteri Haji dijadwalkan datang bersama Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan sejumlah pejabat kementerian lainnya. Salah satu fokus kunjungan adalah melihat peluang sektor usaha daerah yang berpotensi mendukung kebutuhan logistik jemaah haji dan umrah.

“Kami ingin memastikan seluruh agenda berjalan lancar. Salah satunya adalah kunjungan ke PT Buton Indo Tuna yang memiliki kapasitas pengolahan ikan hingga memenuhi standar ekspor,” ujarnya.

Plt Kakanwil Kemenhaj Sultra meninjau fasilitas yang ada di PT Buton Indo Tuna. (Ismu/Tolanosultra.com)

Dalam peninjauan tersebut, rombongan menyaksikan seluruh tahapan produksi, mulai dari penerimaan ikan segar, proses pemotongan, pengemasan, penyimpanan dalam ruang pendingin, hingga distribusi produk ke Jakarta sebelum dipasarkan.

Menurut Lalan, industri pengolahan ikan seperti PT Buton Indo Tuna memiliki peluang besar untuk menjadi bagian dari ekosistem ekonomi haji yang saat ini tengah dikembangkan pemerintah.

Baca Juga :  Pintu Air Rusak Diduga Jadi Biang Banjir di Kali Wanggu Kelurahan Lepo-Lepo

“Ekosistem ekonomi haji bukan hanya berbicara tentang pelayanan ibadah, tetapi juga membuka ruang bagi produk-produk unggulan daerah agar dapat masuk ke pasar yang lebih luas. Potensi seperti ini perlu dikembangkan sehingga manfaat penyelenggaraan haji juga dirasakan oleh pelaku usaha di daerah,” katanya.

Ia berharap hasil olahan perikanan dari Baubau ke depan tidak hanya dipasarkan di dalam negeri, tetapi mampu menembus pasar internasional, termasuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji dan umrah di Arab Saudi.

Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Perikanan Kota Baubau, Yuliati Widiarti mengatakan, PT Buton Indo Tuna merupakan salah satu perusahaan binaan pemerintah daerah yang telah memenuhi standar sebagai unit pengolahan ikan berorientasi ekspor.

Baca Juga :  Lantik Pejabat Lingkup Kemenag Sultra, Kakanwil Tekankan Kinerja Nyata dan Kolaborasi

Menurutnya, Baubau memiliki modal yang kuat untuk mendukung program tersebut karena menjadi pusat distribusi hasil perikanan dari sejumlah daerah di Kepulauan Buton.

“Kami optimistis kebutuhan bahan baku dapat dipenuhi. Selain hasil tangkapan nelayan Baubau, pasokan juga berasal dari Buton, Buton Tengah, Buton Selatan, hingga Wakatobi yang selama ini menjadikan Baubau sebagai pusat pemasaran ikan,” jelasnya.

Ia berharap kunjungan Menteri Haji menjadi pintu masuk lahirnya kerja sama antara pemerintah pusat dan pelaku usaha perikanan di Sultra sehingga produk lokal memiliki akses lebih luas ke pasar internasional.

“Jika peluang ini dapat diwujudkan, bukan hanya industri pengolahan ikan yang berkembang, tetapi juga nelayan, pelaku UMKM, dan perekonomian masyarakat pesisir akan ikut merasakan manfaatnya,” pungkasnya.

Laporan: Ismu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *