TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali mengambil langkah diplomatis dalam upaya meredam konflik internal di Yayasan Pendidikan Sulawesi Tenggara yang mengelola Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra).
Kali ini, undangan mediasi kedua ditujukan khusus kepada Nur Alam yang sebelumnya absen dalam pertemuan awal.
Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra, Asrun Lio menegaskan, agenda mediasi itu penting untuk mencari titik temu antara kedua kubu yang berseteru.
“Kami telah mengirimkan undangan kedua kepada kedua pihak pada Kamis, 5 Februari. Pertemuan ini diharapkan dapat menghasilkan solusi yang berimbang,” ujar Asrun dalam keterangan resminya pada Senin (9/2/2026).
Mediasi dijadwalkan berlangsung Selasa, 10 Februari 2026, pukul 14.00 Wita di Ruang Rapat Sekda Sultra. Kehadiran Nur Alam dinilai krusial oleh Pemprov Sultra untuk menstabilkan situasi.
Konflik Yayasan Unsultra melibatkan dua kubu yang sama-sama mengklaim pengurus sah: kubu M. Yusuf dan kubu Nur Alam. Polemik itu tidak hanya memicu ketegangan internal, tetapi juga berpotensi mengganggu tata kelola universitas dan kepastian akademik bagi mahasiswa.
Sebelumnya, M. Yusuf telah memenuhi undangan mediasi pada 2 Februari lalu. Menurut Asrun Lio, agenda itu merupakan upaya pemerintah daerah membuka ruang dialog yang konstruktif dan menyeimbangkan kepentingan semua pihak.
“Ini bentuk itikad baik Pemprov untuk mendengarkan kedua pihak, sekaligus menjaga iklim pendidikan tetap kondusif,” tambahnya.
Pemprov Sultra menegaskan, penyelesaian sengketa itu harus menempatkan kepentingan lembaga pendidikan dan hak-hak akademik mahasiswa di atas konflik kepengurusan. Keberhasilan mediasi diyakini akan menjadi langkah penting bagi masa depan Unsultra yang lebih stabil dan profesional.
Penulis: Tim Redaksi
