TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari resmi memperpanjang pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di pelataran Balai Kota Kendari hingga 26 Juli 2026.
Keputusan tersebut diambil setelah tingginya antusiasme masyarakat yang memanfaatkan pasar pangan murah selama beberapa hari terakhir.
Awalnya, Gerakan Pangan Murah dijadwalkan berakhir pada 20 Juli 2026. Namun, membludaknya jumlah pengunjung membuat Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari memperpanjang pelaksanaannya agar lebih banyak warga dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasar.
Kepala Dinas (Kadis) Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abdul Rauf mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Kata dia, sepanjang Januari hingga Juli 2026, pihaknya telah menggelar hampir 100 kali Gerakan Pangan Murah, baik pada momentum hari besar keagamaan, kegiatan pemerintah, maupun melalui layanan keliling di berbagai kelurahan.
“Program ini bertujuan mempermudah masyarakat mendapatkan pangan dengan harga yang lebih murah. Sejak Januari hingga Juli, kami telah melaksanakan hampir 100 kali Gerakan Pangan Murah, baik pada berbagai event, hari besar keagamaan seperti Idulfitri dan Iduladha, maupun secara mobile di kelurahan-kelurahan,” ujar Abdul Rauf saat ditemui pada Jumat (17/7/2026).
Ia menjelaskan, pelaksanaan GPM kali ini dipadukan dengan kegiatan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Kendari. Kolaborasi tersebut menghadirkan konsep belanja sekaligus hiburan yang mendapat sambutan positif dari masyarakat.
Selain menyediakan bahan pangan murah, kegiatan itu juga melibatkan sekitar 20 pelaku usaha kuliner dan 25 distributor pangan sehingga mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.
Selama pelaksanaan GPM, beberapa komoditas menjadi incaran utama warga karena dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan pasar. Komoditas tersebut antara lain telur ayam, minyak goreng premium, gula pasir, dan beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Berikut daftar harga sejumlah kebutuhan pokok yang dijual di Gerakan Pangan Murah:
- Telur ayam: Rp42.000–Rp45.000 per rak (harga pasar sekitar Rp48.000–Rp50.000).
- Minyak goreng premium: Rp22.000 per liter (harga pasar sekitar Rp28.000).
- Beras SPHP: Rp58.000 per kemasan, lebih murah dibandingkan harga di pasaran.
- Gula pasir juga dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan harga eceran di pasar.
“Harga di GPM memang lebih murah dibandingkan harga pasar. Ini merupakan bentuk dukungan distributor terhadap program pemerintah dalam membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” jelas Abdul Rauf.
Ia menambahkan, keberhasilan program tersebut tidak terlepas dari dukungan distributor yang bersedia menjual produk dengan harga distributor sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.
Laporan: Ismu
