TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Arus investasi yang masuk ke Sulawesi Tenggara (Sultra) sepanjang triwulan pertama 2026 tidak hanya mencatatkan pertumbuhan signifikan, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap penyerapan tenaga kerja.
Hingga Maret 2026, realisasi investasi di Sultra mencapai Rp13,1 triliun dengan serapan tenaga kerja sebanyak 4.437 orang.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Sultra, La Ode Muhammad Nurjaya mengatakan, capaian tersebut menunjukkan bahwa iklim investasi di Sultra semakin kondusif dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Dari total investasi yang masuk pada triwulan pertama tahun ini, sebanyak 4.181 tenaga kerja Indonesia dan 256 tenaga kerja asing berhasil terserap dalam berbagai sektor usaha yang berkembang di Sultra,” ujarnya.
Berdasarkan data DPM-PTSP Sultra, nilai investasi Rp13,1 triliun tersebut terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp4,76 triliun atau 36,37 persen dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp8,33 triliun atau 63,63 persen.
Nurjaya menjelaskan, tingginya realisasi investasi menjadi indikator meningkatnya kepercayaan investor terhadap potensi ekonomi Sultra, khususnya pada sektor industri pengolahan dan pertambangan yang masih menjadi motor utama investasi.
Selain menyerap tenaga kerja, capaian investasi triwulan I 2026 juga menunjukkan pertumbuhan yang sangat tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara tahunan (year on year), investasi Sultra tumbuh hingga 194 persen, sementara secara triwulanan (quarter to quarter) meningkat 94,4 persen.
Nurjaya berharap, tren positif tersebut diharapkan terus berlanjut hingga akhir tahun sehingga target investasi Sultra sebesar Rp36,22 triliun yang diberikan pemerintah pusat pada 2026 dapat tercapai bahkan terlampaui.
Penulis: Tim Redaksi
