Empat Siswa SMKN 1 Kendari Siap Harumkan Sultra di Ajang LKSN Tingkat Nasional

Empat siswa SMKN 1 Kendari mewakili Sultra pada LKSN Tingkat Nasional 2026 di bidang robotik, jaringan informasi, dan digital marketing.

TOLANOSULTRA.COM, KENDARI Empat siswa terbaik SMKN 1 Kendari berhasil melaju ke ajang Lomba Kompetensi Siswa Nasional (LKSN) 2026 dan akan mewakili Sulawesi Tenggara (Sultra) bersaing dengan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia.

Keempat siswa tersebut akan bertanding di tiga bidang kompetensi yang berbeda, yakni teknologi manufaktur dan rekayasa, teknologi informasi, serta bisnis dan manajemen. Mereka dijadwalkan mengikuti kompetisi nasional yang berlangsung pada 26 Juli hingga 1 Agustus 2026.

Pada bidang Robot Bergerak Otonom, SMKN 1 Kendari mengutus La Ode Adil Rahman sebagai ketua tim dan Alvaro Delmetrio Yusfan sebagai anggota tim di bawah bimbingan guru pembina Ismawati Puspaoni. Bidang itu menguji kemampuan peserta dalam merancang dan mengembangkan robot yang mampu bekerja secara mandiri dengan memanfaatkan teknologi otomasi dan rekayasa.

Baca Juga :  Seleksi Kepala Sekolah di Sultra Bakal Dipimpin Langsung Gubernur ASR

Sementara itu, pada cabang Teknik Pengkabelan Jaringan Informasi, sekolah mengandalkan Yazril Arya Agung Yastopo Yasin Idrus yang dibimbing oleh Sumiati. Kompetisi tersebut menitikberatkan pada kemampuan peserta dalam merancang, memasang, dan mengelola sistem jaringan informasi sesuai standar industri.

Adapun pada bidang Digital Marketing, Kristin Angela Triawahyuni menjadi wakil SMKN 1 Kendari dengan pendampingan guru pembina Irfan. Pada kategori itu, peserta dituntut menunjukkan kreativitas dan strategi pemasaran digital melalui promosi produk secara daring.

Rony

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMKN 1 Kendari, Rony mengatakan, LKSN merupakan agenda tahunan yang menjadi wadah bagi siswa vokasi untuk menunjukkan kompetensi dan keterampilan sesuai bidang keahlian masing-masing.

Menurutnya, perlombaan pada cabang robotik dan teknik pengkabelan jaringan akan digelar secara luring di Jakarta. Sementara untuk kategori digital marketing, kompetisi dilaksanakan secara daring melalui siaran langsung dan pengiriman video presentasi produk.

Baca Juga :  Simposium Nasional UM Kendari Bahas Masa Depan E-Government

“Untuk digital marketing, peserta memasarkan produk melalui live dan video yang dikirim. Penilaian dilakukan berdasarkan kualitas siaran langsung serta materi video yang dipresentasikan oleh peserta,” ujarnya.

Rony menjelaskan, seluruh peserta yang akan berlaga di tingkat nasional sebelumnya telah melewati seleksi dan kompetisi tingkat provinsi. Saat ini, para siswa diberikan waktu untuk beristirahat sebelum kembali menjalani pembinaan intensif sebagai persiapan menghadapi persaingan di tingkat nasional.

“Sekarang mereka fokus memulihkan kondisi terlebih dahulu, kemudian akan kembali menjalani bimbingan agar lebih siap menghadapi kompetisi tingkat nasional,” katanya.

Baca Juga :  AirAsia Masuk Kendari, Tiket ke Makassar Dipatok Mulai Rp600 Ribuan

Untuk memaksimalkan kemampuan peserta, SMKN 1 Kendari juga menggandeng dunia industri dengan menghadirkan guru tamu dari berbagai sektor yang sesuai dengan bidang kompetisi. Kolaborasi tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan siswa, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi para guru agar terus mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.

Kata Rony, sekolah memberikan dukungan penuh terhadap setiap program peningkatan kompetensi, baik bagi siswa maupun tenaga pendidik. Kehadiran praktisi industri dinilai penting agar proses pembelajaran di sekolah tetap relevan dengan perkembangan dunia kerja.

“Kalau program keahlian membutuhkan dukungan dari industri, sekolah tentu mendukung sepenuhnya. Tujuannya bukan hanya untuk meningkatkan kompetensi siswa, tetapi juga memperkaya wawasan dan kemampuan guru,” pungkasnya.

Penulis: Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *