TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka (ASR), mengambil langkah tak biasa dalam membenahi dunia pendidikan. Ia memastikan akan turun langsung memimpin proses seleksi kepala sekolah di seluruh wilayah Sultra.
Keputusan itu menjadi sorotan karena menyasar langsung jantung persoalan pendidikan, kualitas kepemimpinan di tingkat sekolah.
ASR menilai, perubahan nyata tidak akan terjadi tanpa kepala sekolah yang kompeten dan berintegritas.
Dalam apel pagi di pelataran Kantor Gubernur, Senin (6/4/2026), ia menegaskan bahwa proses seleksi ke depan tidak lagi bersifat administratif semata. Semua kandidat akan diuji secara ketat untuk memastikan hanya yang terbaik yang terpilih.
“Kalau sampai seribu pun, tidak masalah. Saya akan pimpin langsung,” tegasnya.
Saat ini, jumlah sekolah di Sultra mencapai sekitar 500 unit. Angka tersebut menjadi tantangan besar, namun justru menjadi alasan bagi ASR untuk terlibat langsung demi memastikan kualitas hasil seleksi.
Langkah itu juga sekaligus mengirim pesan kuat: praktik lama dalam penunjukan jabatan tidak lagi mendapat tempat. ASR menegaskan tidak boleh ada lagi kepala sekolah yang diangkat karena faktor kedekatan atau titipan.
Menurutnya, jabatan kepala sekolah harus diisi oleh figur yang memiliki kapasitas kepemimpinan, kemampuan manajerial, serta komitmen dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Tak hanya berhenti di sektor pendidikan, kebijakan serupa juga akan diterapkan dalam penataan birokrasi. ASR memastikan seleksi ketat juga menyasar pejabat eselon III dan IV.
Ia menilai, posisi tersebut memegang peran strategis karena bersentuhan langsung dengan pelaksanaan program pemerintah di lapangan. Karena itu, kualitas pejabat di level ini tidak boleh dikompromikan.
Dengan turun langsung memimpin seleksi, ASR ingin memastikan reformasi birokrasi dan pendidikan berjalan seiring. Targetnya untuk menghadirkan aparatur dan pemimpin sekolah yang bekerja nyata, bukan sekedar mengisi jabatan.
Penulis: Tim Redaksi
