Simposium Nasional UM Kendari Bahas Masa Depan E-Government

Pembukaan Simposium nasional di UM Kendari pada Selasa (10/2/2026).

TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Simposium Nasional Ilmu Pemerintahan yang digelar Universitas Muhammadiyah (UM) Kendari fokus membahas masa depan e-government di Indonesia, khususnya di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kegiatan itu resmi dibuka oleh Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka (ASR), di Aula UM Kendari pada Selasa (10/2/2026). Simposium itu akan berlangsung hingga 11 Februari 2026 secara luring dan daring, diikuti oleh dosen dan mahasiswa dari seluruh Universitas Muhammadiyah se-Indonesia yang memiliki program studi Ilmu Pemerintahan.

Baca Juga :  UHO Tegaskan Komitmen Ciptakan Kampus Nyaman Tanpa Perpeloncoan

Gubernur ASR menekankan pentingnya e-government sebagai tonggak modernisasi tata kelola pemerintahan. Ia menyebut digitalisasi bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan strategis agar pelayanan publik lebih cepat, efisien, dan transparan.

“Dengan digitalisasi, birokrasi tidak hanya lebih efisien tetapi juga meningkatkan akuntabilitas. E-government adalah masa depan pemerintahan kita,” ujar ASR dalam sambutannya.

Rektor UM Kendari, Prof. Muh. Nurdin menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung transformasi digital pemerintahan. Menurutnya, simposium itu menjadi ruang strategis untuk menghasilkan gagasan aplikatif yang dapat langsung diterapkan oleh pemerintah daerah.

Baca Juga :  Cetak 106 Tenaga Kesehatan Baru, FIIKES UMW Lepas Lulusan di Yudisium ke-XIV 2026

UM Kendari juga siap menjadi mitra strategis pemerintah Sultra melalui riset, kajian kebijakan, dan pengembangan kapasitas SDM yang mendukung implementasi e-government.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UM Kendari, Patta Hindi Asis, menambahkan bahwa simposium itu diharapkan menjadi referensi inovasi bagi akademisi dan pemerintah.

“Forum ini bukan sekedar diskusi akademik, tapi juga dapat menghasilkan solusi nyata untuk penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital,” jelasnya.

Baca Juga :  Gubernur ASR Beri Bonus 7 Guru yang Suarakan Hak Tunjangan dan Gaji ke-13, Masing-Masing Rp5 Juta

Simposium nasional ilmu pemerintahan merupakan agenda rutin asosiasi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah se-Indonesia. Tahun ini, UM Kendari dipercaya menjadi tuan rumah, sekaligus menjadi pusat diskusi strategis dalam menggali gagasan baru terkait e-government.

Transformasi digital pemerintahan menjadi fokus utama simposium, dengan tujuan mendorong perubahan paradigma dari sistem konvensional menuju tata kelola yang efisien, transparan, dan berbasis teknologi.

Penulis: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *