TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Industri perbankan di Sulawesi Tenggara (Sultra) menunjukkan kinerja yang menjanjikan pada awal 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sultra menilai stabilitas sektor jasa keuangan di daerah tetap terjaga, didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang positif serta kuatnya fundamental perbankan.
Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha mengatakan, kondisi perbankan di Bumi Anoa masih berada dalam kategori sehat. Menurutnya, perkembangan tersebut mencerminkan efektivitas kebijakan sektor keuangan yang berjalan seiring dengan potensi ekonomi daerah.
Bismi menjelaskan, secara nasional penyaluran kredit sepanjang 2025 tumbuh 9,69 persen secara tahunan (year on year/yoy). Dari seluruh jenis pembiayaan, kredit investasi menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan mencapai 21,06 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Melihat tren tersebut, OJK optimistis penyaluran kredit nasional masih akan berlanjut pada tahun ini. “OJK memproyeksikan pertumbuhan kredit pada 2026 secara nasional dapat mencapai kisaran 10–12 persen,” ujar Bismi.
Optimisme itu didukung oleh kondisi likuiditas perbankan yang tetap kuat serta tingkat permodalan yang terjaga. Hingga saat ini, rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) perbankan nasional berada di level sekitar 26 persen, mencerminkan kemampuan industri perbankan dalam menopang ekspansi pembiayaan.
Di Sultra, pertumbuhan kredit ditopang oleh sejumlah sektor unggulan yang menjadi penggerak ekonomi daerah. Industri pertambangan, termasuk hilirisasi nikel, masih menjadi motor utama, disusul sektor pertanian dan perkebunan—terutama komoditas kakao—serta sektor perdagangan dan jasa yang terus menunjukkan aktivitas positif.
Tak hanya pembiayaan, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga terus mengalami peningkatan. Menurut Bismi, pertumbuhan DPK menjadi sinyal bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap perbankan tetap tinggi sehingga semakin banyak dana yang disimpan melalui lembaga keuangan formal.
OJK Sultra memastikan akan terus mengawal stabilitas industri perbankan melalui pengawasan yang konsisten sekaligus mendorong fungsi intermediasi agar berjalan optimal. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan dana yang dihimpun dari masyarakat dapat kembali disalurkan ke sektor-sektor produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan investasi, dan memperkuat pertumbuhan ekonomi Sultra.
“OJK akan terus memantau dan mendorong intermediasi yang sehat agar dana masyarakat tersalurkan secara optimal ke sektor-sektor produktif yang mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” tutup Bismi.
Laporan: Ismu
