TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Isu lonjakan harga bahan pokok yang mulai terasa di sejumlah daerah menjelang Ramadan 2026 membuat pemerintah daerah tak ingin kecolongan.
Di Sulawesi Tenggara (Sultra), Satgas Pangan bergerak lebih awal dengan menyisir pasar tradisional hingga gudang distributor untuk memastikan dapur warga tetap aman.
Operasi lapangan itu merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Andi Sumangerukka (ASR) yang meminta stabilitas pangan menjadi prioritas. Kekhawatiran publik terhadap naiknya harga telur, beras, dan minyak goreng dalam beberapa pekan terakhir menjadi alasan utama pengawasan diperketat.
Selama tiga hari, 5–7 Februari, tim gabungan mendatangi titik-titik perputaran ekonomi di Kota Kendari dan Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).
Bukan hanya mengecek etalase pedagang, petugas juga menelusuri jalur distribusi untuk melihat apakah ada mata rantai yang berpotensi memainkan harga.
Kepala Dinas (Kadis) Ketahanan Pangan Sultra, Ari Sismanto menyebut pendekatan yang dilakukan kali ini lebih komprehensif.
“Kami tidak sekedar mencatat harga, tetapi juga memastikan stok aman, mutu barang layak, dan mekanisme distribusi berjalan jujur. Ramadan biasanya memicu permintaan tinggi, di situlah celah spekulasi sering muncul,” katanya.
Pasar Baruga, Anduonohu, dan Ranomeeto menjadi sasaran utama karena menyuplai kebutuhan ribuan keluarga setiap hari. Di sisi lain, gudang penampung telur ayam, beras medium, serta minyak goreng Minyakita ikut diperiksa untuk mengantisipasi penimbunan.
Hasil sementara menunjukkan pasokan relatif cukup, namun persoalan klasik tetap ditemukan, seperti sebagian pedagang menjual di atas Harga Eceran Tertinggi. Kondisi itu dinilai sebagai sinyal bahwa mekanisme pasar belum sepenuhnya sehat.
Satgas memberikan teguran langsung dan meminta pelaku usaha menyesuaikan harga sesuai ketentuan.
Pemprov memastikan operasi serupa akan berlanjut hingga memasuki bulan puasa. Pesannya jelas: negara hadir mengawal isi piring masyarakat, dan tidak memberi ruang bagi permainan harga yang mengorbankan publik.
Penulis: Tim Redaksi
