TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Hujan deras yang mengguyur Kota Kendari memicu banjir di sedikitnya 16 titik berbeda pada Minggu (10/5/2026).
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari, Cornelius Padang mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pendataan jumlah warga terdampak di seluruh wilayah yang terendam banjir.
Menurut Cornelius, BPBD hingga kini baru menghimpun data lokasi terdampak sambil menunggu laporan rinci dari masing-masing kelurahan.
“Kami baru menghimpun wilayah terdampak karena masih menunggu laporan jumlah masing-masing kelurahan,” katanya.
Berdasarkan data sementara BPBD Kota Kendari, terdapat 16 titik banjir yang tersebar di sejumlah kawasan, mulai dari wilayah permukiman, ruas jalan utama, hingga kawasan persawahan.
Wilayah terdampak tersebut yaitu:
- Bantaran Kali Wanggu di Kelurahan Lepo-Lepo,
- Kawasan Transito/Tunggala Kelurahan Wua-Wua,
- BTN Findayani Polres,
- Jalan Terong Anduonohu,
- Jalan Durian Anduonohu,
- Bundaran Pesawat,
- Perumahan Lepo-Lepo,
- Lorong Bangau Anduonohu,
- Jalan Malengkeri depan Kantor BPN Kendari,
- Jalan Veteran Kelurahan Wowanggu,
- Kawasan persawahan Nanga-Nanga,
- Lorong Aklamasi 1 Kelurahan Anduonohu,
- Jalan Lumba-lumba Kelurahan Kambu,
- Jalan Pasar Panjang Kelurahan Kadia,
- Amohalo Kelurahan Baruga,
- Lorong Lasolo Kelurahan Sodohoa.
Di tengah meluasnya genangan, Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terdampak karena penanganan banjir dinilai belum maksimal.
“Kami sampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kota Kendari yang terdampak banjir, karena penanganannya belum maksimal. Perlu adanya kolaborasi kuat antar lintas sektor dan lintas jenjang pemerintahan,” tegas Wali Kota Kendari Siska Karina Imran.
Ia juga menegaskan, penanganan banjir membutuhkan kerja sama lintas sektor dan lintas pemerintahan agar persoalan banjir tidak terus berulang setiap musim hujan.
Ia menyebut Pemerintah Kota Kendari telah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat guna mempercepat langkah penanganan bencana di sejumlah titik terdampak.
“Tadi kami sudah koordinasi dengan pihak pemerintah provinsi dan pemerintah pusat segera melakukan penanganan bencana banjir,” ujarnya.
Penulis: Tim Redaksi
