Daerah  

Waspada! BMKG Prediksi Hujan Meluas di Sultra

BMKG memprediksi potensi hujan meningkat hingga 3 Februari 2026.
BMKG memprediksi potensi hujan meningkat hingga 3 Februari 2026.

TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai guntur dan angin kencang akan meluas di hampir seluruh wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) hingga 3 Februari 2026.

Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Koordinator Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Kendari, Faizal Habibie mengatakan, kondisi atmosfer di wilayah Sultra saat ini berada pada fase aktif yang mendukung pertumbuhan awan hujan secara intens.

“Sampai 3 Februari, Sultra dipengaruhi gelombang atmosfer low frequency yang aktif, adanya konvergensi massa udara, serta suhu permukaan laut yang hangat dengan anomali positif. Kondisi ini meningkatkan potensi hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang,” ujar Faizal via pesan Whatsapp.

Baca Juga :  Kemenhaj Sultra Imbau Waspada Umrah Murah

Berdasarkan peringatan dini cuaca BMKG, pada 30 Januari 2026, wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat meliputi Kendari, Konawe, Konawe Utara, Konawe Selatan, dan Kolaka, Kolaka Timur.

Sementara pada 31 Januari 2026, hujan diprediksi terjadi di wilayah Kendari, Konawe, Konawe Utara, Konawe Selatan.

Memasuki 1 Februari 2026, potensi hujan lebat tidak menunjukkan tanda penurunan. Wilayah terdampak justru semakin meluas hingga mencakup Konawe, Konawe Utara, Muna, Muna Barat, dan Buton Tengah.

Baca Juga :  Serapan Beras 2025 Tembus 100 Ribu Ton, Bulog Sultra Target 119 Ribu Ton di 2026

Sementara itu, pada 2 Februari 2026 intensitas hujan mulai meningkat di wilayah Konawe, Konawe Selatan, Kolaka, Kolaka Timur, Bombana, Muna, Muna Barat, Baubau, Buton, Buton Utara, Buton Tengah dan Buton Selatan.

Sementara, pada 3 Februari 2026, prediksi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai guntur dan angin kencang berpotensi terjadi di 17 kabupaten/kota di Sultra.

Faizal menjelaskan, selain pengaruh dinamika atmosfer skala regional, keberadaan massa udara basah di lapisan rendah serta indeks labilitas atmosfer yang kuat pada skala lokal turut mempercepat pembentukan awan hujan di wilayah Sultra.

Baca Juga :  Nelayan Tamborasi yang Dilaporkan Hilang Berhasil Selamat Berkat Gabus

“Kondisi ini berpotensi menimbulkan dampak lanjutan seperti banjir, genangan air, tanah longsor, pohon tumbang, serta gangguan aktivitas pelayaran dan transportasi laut,” jelasnya.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, membatasi aktivitas di luar ruangan saat terjadi hujan lebat disertai petir, serta terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini resmi yang dikeluarkan BMKG.

Penulis: Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *