TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) mulai menyiapkan langkah strategis untuk menghadapi potensi krisis energi global akibat konflik geopolitik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Salah satu kebijakan yang tengah dipersiapkan adalah penerapan sistem kerja dari rumah atau Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka (ASR), menyampaikan hal tersebut saat memimpin apel pagi di pelataran Kantor Gubernur Sultra, Senin (30/3/2026).
Menurutnya, seluruh ASN telah diminta untuk bersiap jika kebijakan WFH diberlakukan. Namun demikian, implementasi dan mekanisme teknisnya masih menunggu regulasi resmi dari pemerintah pusat.
“Kami sudah mengingatkan ASN agar siap apabila kebijakan WFH diterapkan. Untuk pelaksanaannya, tentu menunggu aturan resmi dari pemerintah pusat,” ujar ASR.
Langkah itu diambil sebagai bentuk antisipasi terhadap dampak ekonomi global yang dapat timbul dari konflik di kawasan Timur Tengah. Ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel berpotensi memicu lonjakan harga energi dunia, terutama minyak mentah.
Kondisi tersebut dapat berdampak langsung pada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) serta biaya logistik, yang pada akhirnya memengaruhi stabilitas ekonomi nasional, termasuk di daerah.
Pemerintah pusat sendiri telah membuka peluang penerapan WFH sebagai salah satu strategi efisiensi energi dan penghematan konsumsi BBM di tengah ketidakpastian global.
Meski demikian, Gubernur Sultra menegaskan bahwa pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, jika kebijakan WFH diterapkan, pengaturan teknis akan disusun secara cermat agar tidak mengganggu layanan kepada masyarakat.
Ia juga mengimbau seluruh ASN di lingkup Pemprov Sultra untuk tetap disiplin, adaptif, serta aktif mengikuti perkembangan situasi global dan kebijakan pemerintah pusat.
Pemprov Sultra menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas kinerja birokrasi dan kualitas pelayanan publik di tengah dinamika global yang terus berkembang akibat konflik internasional.
Penulis: Tim Redaksi
