Daerah  

Pemkab Mubar Kembangkan 38,2 Ribu Bibit Ayam Potong dan Petelur untuk Dukung MBG

La Ode Darwin
La Ode Darwin

TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Kabupaten Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara (Sultra) tengah bertransformasi dalam mewujudkan kemandirian pangan untuk kesejahteraan masyarakat dan upaya dalam mendukung program nasional.

Bupati Mubar, La Ode Darwin mengatakan, pihaknya telah menjalankan program untuk para peternak ayam lokal. Sejak menjabat hingga Desember 2025, ia menyebut telah melakukan distribusi sekitar 38.200 bibit ayam yang terdiri dari 28.200 bibit ayam petelur serta 10.000 bibit ayam potong.

Baca Juga :  Sultra Laporkan Hilal Nihil, Sidang Isbat Penentu

“Langkah ini kita lakukan seiring dengan perkembangan untuk mendukung program-program dari pemerintah pusat. Salah satu contoh misalnya, program Makan Bergizi Gratis (MBG),” ungkapnya saat ditemui di Kendari pada Jumat (30/1/2026).

La Ode Darwin menyebut, selama ini ayam dan telur untuk kebutuhan MBG masih di support dari luar. Sehingga, pihaknya berinisiasi untuk mendistribusikan bibit ayam petelur yang berusia 14-15 minggu dengan catatan kelompok peternak menyiapkan kandang.

Baca Juga :  16 Ribu Tiket Kapal Gratis Lebaran 2026 untuk Sultra Diusulkan

Sementara itu, Pemkab Mubar akan memberikan pakan hingga ayam-ayam tersebut bertelur.

“Alhamdulillah, dari 28.200 ayam petelur yamg sudah kita distribusi, kurang lebih sampai hari ini itu kurang lebih sudah 20 ribu yang bertelur untuk memenuhi kebutuhan masyarakatdan mendukung program MBG,” ujar La Ode Darwin.

Sementara untuk bibit ayam potong telah didistribusikan pada November 2025 dan saat ini masih dalam proses pengembangan dan sudah melakukan kerja sama dengan dapur-dapur MBG yang ada di Mubar.

Baca Juga :  Nikah di KUA Mulai Jadi Tren di Sultra Tahun 2025, Terbanyak di Desember

“Jadi, ayam itu tidak lagi diambil dari luar tapi diambil dari kelompok-kelompok peternak kita tadi,” katanya.

Pemkab Mubar tetap mengontrol hal tersebut dengan menempatkan penyuluh-penyuluh agar proses pengembangan yang dilakukan menerapkan sistem berkelanjutan.

Penulis: Tim Redaksi

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *