Usung “Politik Jurusan”, Dr Baru Sadarun Masuk Bursa Pilrek UHO 2026

Ketua Jurusan Ilmu Kelautan UHO, Dr Baru Sadarun, resmi maju pada Pilrek UHO 2026 dengan membawa gagasan penguatan jurusan sebagai fondasi kampus.

TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Kontestasi Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Halu Oleo (UHO) periode 2026-2030 kembali bertambah satu nama.

Ketua Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) UHO, Dr Baru Sadarun resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon rektor pada Kamis (21/5/2026).

Masuknya Dr Baru menghadirkan pendekatan yang berbeda dalam dinamika Pilrek kali ini. Jika kandidat sebelumnya datang membawa pengalaman dari kursi dekan maupun jajaran rektorat, ia justru tampil dengan gagasan memperkuat jurusan sebagai pusat pembangunan kampus.

Bagi Dr Baru, jurusan bukan sekedar unit administratif di perguruan tinggi, melainkan titik awal yang menentukan arah perkembangan universitas.

Menurutnya, banyak persoalan akademik yang selama ini muncul di tingkat atas sebenarnya bermula dari level jurusan. Mulai dari urusan akreditasi, kualitas pembelajaran, pengembangan dosen hingga capaian akademik mahasiswa semuanya bertumpu pada kinerja program studi dan jurusan.

Baca Juga :  Tunjangan dan Gaji ke-13 Tahun 2025 Guru di Sultra Dibayar Sebelum Lebaran, Mulai 11 Maret

“Kalau rektor pernah berada di posisi ketua jurusan, saya kira dia akan lebih memahami kebutuhan jurusan. Karena pengelolaan perguruan tinggi itu dimulai dari sana,” ujarnya usai proses pendaftaran.

Atas dasar itu, Dr Baru membawa gagasan yang ia sebut sebagai penguatan dari akar. Salah satu program yang dipikirkannya ialah membuka ruang dukungan operasional langsung kepada jurusan.

Menurutnya, langkah tersebut penting agar jurusan memiliki keleluasaan menjalankan program akademik dan pengembangan sumber daya.

Ia menegaskan, persoalan yang tidak terselesaikan di jurusan pada akhirnya akan berdampak pada fakultas hingga universitas.

Baca Juga :  UHO Tegaskan Komitmen Ciptakan Kampus Nyaman Tanpa Perpeloncoan

“Kalau jurusan bermasalah, fakultas ikut terdampak. Begitu juga universitas. Jadi perbaikannya harus dimulai dari bawah,” katanya.

Kepercayaan dirinya maju dalam Pilrek bukan tanpa alasan. Selama memimpin Jurusan Ilmu Kelautan, ia mengklaim berhasil membawa program studi tersebut meraih akreditasi internasional.

Capaian itu menjadikan Ilmu Kelautan sebagai satu-satunya jurusan di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UHO yang telah memperoleh pengakuan internasional.

Keberhasilan tersebut menurutnya menjadi bukti bahwa pengelolaan pada skala kecil dapat menghasilkan perubahan besar.

“Kalau di jurusan bisa dilakukan, tentu ada keyakinan untuk membawa hal yang sama pada level universitas. Tetapi keberhasilan itu harus dibangun bersama,” ungkapnya.

Baca Juga :  UHO Kendari Revitalisasi Gerbang Utama, Kampus Siapkan Wajah Baru Senilai Rp7,4 Miliar

Sementara itu, Ketua Panitia Pilrek UHO, Prof Ali Bain, mengatakan pendaftaran Dr Baru menambah jumlah bakal calon rektor menjadi tiga orang.

Ia memastikan seluruh dokumen yang diserahkan telah melalui pemeriksaan awal dan dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi.

“Pak Dr Sadarun menjadi calon ketiga yang mendaftar. Berkasnya sudah kami periksa dan lengkap,” jelas Prof Ali.

Tahap selanjutnya, panitia akan melakukan proses verifikasi secara kolegial terhadap seluruh dokumen sebelum memasuki tahapan berikutnya.

Kehadiran Dr Baru membuat Pilrek UHO 2026 tidak hanya menghadirkan persaingan figur, tetapi juga pertarungan gagasan. Di tengah dominasi isu kepemimpinan tingkat atas, ia memilih membawa agenda dari ruang paling dasar kampus: jurusan.

Penulis: Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *