TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Pimpinan Universitas Halu Oleo (UHO) menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, nyaman, dan bebas dari praktik perpeloncoan.
Penegasan itu disampaikan menyusul beredarnya kembali sebuah video lama yang menampilkan interaksi keras antara mahasiswa senior dan junior di lingkungan Fakultas Teknik.
Video tersebut sempat memicu perhatian publik, meski peristiwa yang ditampilkan bukan kejadian baru.
Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UHO, Dr Herman menjelaskan bahwa kejadian dalam video tersebut telah lama terjadi dan tidak mencerminkan kondisi kampus saat ini.
“Perlu dipahami bahwa itu peristiwa lama. Saat ini, kampus terus berupaya menjaga suasana yang kondusif dan bebas dari praktik perpeloncoan,” ujarnya, Senin (13/4/2026).
Ia menambahkan, pihak kampus mendorong seluruh mahasiswa untuk mengedepankan nilai-nilai kebersamaan dan saling menghargai dalam setiap aktivitas, termasuk dalam proses pengkaderan.
Menurutnya, hubungan antara senior dan junior tetap penting dalam kehidupan kampus, namun perlu dibangun melalui pendekatan yang lebih positif dan edukatif.
“Kegiatan pembinaan bisa dilakukan dengan cara yang lebih baik, tanpa harus melibatkan tindakan yang berpotensi merugikan,” katanya.
Sebelumnya, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik (BEM FT) juga telah memberikan klarifikasi bahwa kasus dalam video tersebut telah diselesaikan melalui mediasi.
Dengan komitmen itu, UHO berharap seluruh civitas akademika dapat bersama-sama menjaga lingkungan kampus yang inklusif dan mendukung proses belajar yang optimal bagi semua mahasiswa.
Penulis: Tim Redaksi
