Tak Bisa Buang Air Kecil, Jemaah Haji Kolut Hampir Urungkan Berangkat ke Tanah Suci

Jemaah lanjut usia bernama M Basir Djalang (73) yang tergabung dalam Kloter 35 Sultra asal Kolut sempat mengalami kesulitan buang air kecil hingga harus menjalani penanganan medis.

TOLANOSULTRA.COM, MAKASSAR – Keberangkatan seorang jemaah haji asal Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra) nyaris dibatalkannya sendiri setelah mengalami gangguan kesehatan saat berada di Embarkasi Makassar.

Jemaah lanjut usia bernama M Basir Djalang (73) yang tergabung dalam Kloter 35 dengan nomor seat 237 sempat mengalami kesulitan buang air kecil hingga harus menjalani penanganan medis.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sulawesi Tenggara (Sultra), Muhammad Lalan Jaya mengatakan kondisi jemaah awalnya cukup mengkhawatirkan dan membuat proses keberangkatannya menuju Makkah terancam tertunda.

Namun setelah mendapat tindakan dari tim kesehatan Embarkasi Makassar, kondisi jemaah mulai membaik.

Baca Juga :  Lantik Pejabat Lingkup Kemenag Sultra, Kakanwil Tekankan Kinerja Nyata dan Kolaborasi

“Alhamdulillah sudah dipasang kateter dan keluhan buang air kecilnya sudah bisa diatasi,” ujar Lalan Jaya, Jumat (15/5/2026).

Saat ini, M Basir Djalang masih menjalani pemulihan sambil beristirahat di klinik embarkasi sebelum diputuskan layak terbang atau tidak.

Menurut Lalan Jaya, jemaah sempat merasa putus asa karena kondisi kesehatannya yang menurun. Berdasarkan informasi dari tim Siskohat dan pembimbing KBIHU, jemaah bahkan sempat meminta agar tidak lagi diberangkatkan ke tanah suci.

“Beliau sempat bilang, ‘Tidak usah mi nak, dengan kondisi saya begini jangan mi saya berangkat,” kata Lalan Jaya.

Baca Juga :  Injak Paku hingga Bernanah, Jemaah Haji Konsel Jalani Operasi di Makassar

Melihat kondisi tersebut, pihak Kemenhaj Sultra langsung memberikan pendampingan dan motivasi agar jemaah tetap tenang dan semangat menjalani pengobatan.

“Saya minta beliau bersabar dan terus berdoa. Kita terus beri semangat karena mungkin beliau stres memikirkan keberangkatannya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, saat awal masuk embarkasi kondisi jemaah sebenarnya dalam keadaan baik. Namun setelah pemeriksaan kesehatan lanjutan, muncul keluhan tidak bisa buang air kecil. Tim kesehatan menduga kondisi tersebut dipicu karena kurangnya asupan cairan selama perjalanan menuju Makassar.

“Informasi dari tim kesehatan Kolut, beliau memang kurang minum. Tapi sekarang sudah ditangani dan kondisinya mulai membaik,” katanya.

Baca Juga :  Dramatis Jelang Keberangkatan, Kemenhaj Sultra Selamatkan Dua Kursi Haji yang Nyaris Hangus

Kloter 35 Sultra dijadwalkan dilepas dari Embarkasi Makassar pada Sabtu siang sekitar pukul 11.45 Wita sebelum bertolak menuju Makkah pukul 16.45 Wita melalui Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Meski demikian, pihak PPIH Sultra memastikan kondisi kesehatan jemaah tetap menjadi prioritas utama sebelum keberangkatan dilakukan. Jika belum dinyatakan layak terbang, M Basir Djalang akan diberangkatkan pada kloter berikutnya setelah kondisinya benar-benar pulih.

“Masih ada beberapa kloter berikutnya. Nanti setelah tiba di Makkah beliau tetap akan bergabung kembali dengan kloternya,” pungkas Lalan Jaya.

Penulis: Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *