TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) diproyeksikan memiliki peran lebih luas dalam memperluas akses petani terhadap layanan keuangan dan perlindungan jaminan sosial di Sulawesi Tenggara (Sultra).
Rencana itu menjadi bagian dari implementasi awal PROSPERITI (Program Sinergi Perlindungan Petani Sultra) yang dibahas OJK Sultra bersama sejumlah lembaga di Kendari pada Selasa (15/9/2026).
Dalam tahap awal, akan dilakukan pembukaan 50 rekening bagi PPL. Rekening tersebut disiapkan sebagai salah satu infrastruktur awal agar PPL dapat menjalankan peran sebagai agen Perisai.
Melalui peran tersebut, PPL nantinya dapat membina sejumlah kelompok tani yang berada di wilayah binaannya. Mereka juga menjadi kanal yang mendekatkan informasi mengenai layanan keuangan dan jaminan sosial kepada petani.
Infrastruktur layanan keuangan dalam skema ini disiapkan oleh Bank Syariah Indonesia (BSI). Rekening yang dibuka bagi PPL nantinya terhubung dengan aplikasi Jamsostek Mobile (JMO).
Integrasi tersebut memungkinkan ekosistem layanan mencakup kebutuhan tabungan, pembiayaan, serta perlindungan jaminan sosial.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan, Luky Julianto mengatakan, keterlibatan kelompok tani dan PPL penting untuk membuat layanan perlindungan lebih mudah dijangkau oleh petani.
“PPL tidak hanya dapat membantu penyebaran informasi, tetapi juga menjadi penghubung dalam proses pendaftaran dan pembayaran iuran jaminan sosial ketenagakerjaan,” ungkapnya.
Sementara itu, PROSPERITI tidak hanya diarahkan pada kepesertaan jaminan sosial. Program itu juga mengintegrasikan kebutuhan pembiayaan, tabungan, edukasi, dan pendampingan agar petani memiliki akses layanan yang lebih lengkap.
Dengan model tersebut, PPL ditempatkan sebagai salah satu penghubung antara lembaga penyedia layanan dan kelompok tani di lapangan.(*)
Laporan: Ismu
