TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendorong optimalisasi lembaga pembiayaan agar petani, UMKM dan koperasi memiliki akses modal yang lebih luas.
Kepala Direktorat Pengembangan Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Winter Marbun, menyoroti peran industri pembiayaan nonperbankan dalam penguatan komoditas kakao.
Hal tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) komoditas kakao yang difasilitasi OJK Sulawesi Tenggara (Sultra) di Learning Center Kantor OJK Sultra beberapa waktu lalu.
Menurut Winter, fleksibilitas permodalan menjadi salah satu kebutuhan penting bagi pelaku usaha di sektor kakao agar mampu mengembangkan usahanya secara mandiri.
“Dukungan tersebut diarahkan kepada pelaku UMKM, koperasi hingga petani kakao yang menjadi bagian penting dalam rantai pasok komoditas,” ujarnya.
Karena itu, penguatan akses pembiayaan menjadi salah satu bagian dalam perluasan Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) kakao ke Kolut.
OJK Sultra bersama pemangku kepentingan juga mendorong peningkatan literasi keuangan bagi para pelaku usaha di sektor tersebut.
Selain literasi, keluarga petani akan diarahkan melalui proses inkubasi agar lebih siap memenuhi persyaratan sebagai calon penerima pembiayaan atau menjadi lebih “bankable”.
Skema pembiayaan rantai pasok atau supply chain financing juga menjadi salah satu pendekatan yang didorong untuk memperluas akses modal bagi sektor riil.
Upaya tersebut melibatkan sejumlah institusi, di antaranya Bank Indonesia (BI) Sultra, Bank Sultra, PNM dan Pegadaian. Dengan dukungan pembiayaan yang lebih terintegrasi, pengembangan kakao di Kolaka Utara diharapkan dapat memperkuat kemandirian pelaku usaha sekaligus meningkatkan daya saing komoditas.(*)
Laporan: Ismu
