OJK Sultra: Pendidikan Keuangan adalah Investasi Terbesar untuk Anak

OJK Sultra menegaskan pendidikan keuangan adalah investasi terbesar bagi anak untuk membentuk karakter, kebiasaan menabung, dan kecakapan finansial.

TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menegaskan bahwa pendidikan keuangan merupakan investasi paling berharga yang dapat diberikan kepada generasi muda.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan semakin kompleksnya tantangan ekonomi, pembentukan karakter serta kebiasaan mengelola keuangan sejak usia dini dinilai jauh lebih penting dibanding sekadar memiliki tabungan.

Pesan tersebut disampaikan Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha, saat peluncuran 60.819 rekening Simpanan Pelajar (SimPel) dalam Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) 2026 di Pelataran Balai Kota Kendari, Rabu (22/7/2026).

Menurut Bismi, keberhasilan membangun masa depan anak tidak hanya diukur dari besarnya harta yang dimiliki, tetapi juga dari kemampuan mereka mengambil keputusan keuangan secara bijak. Karena itu, pendidikan finansial harus menjadi bagian dari proses pembentukan karakter sejak di bangku sekolah.

Baca Juga :  Bank Sultra Gelontorkan CSR Rp200 Juta, Biayai Kuliah 80 Mahasiswa UMKOTA

“Investasi terbesar yang dapat kita berikan kepada anak-anak bukan semata-mata uang, tetapi pengetahuan, karakter, dan kebiasaan baik dalam mengelola keuangan. Bekal itulah yang akan membantu mereka menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, budaya menabung merupakan salah satu langkah awal untuk membentuk kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan merencanakan masa depan.

Kebiasaan menyisihkan sebagian uang saku, meski dalam jumlah kecil, diyakini mampu melatih anak memahami pentingnya perencanaan keuangan sejak dini.

Baca Juga :  Dirut BPR Bahteramas Konut Teken Deklarasi Sensus Ekonomi 2026, Tegaskan Pentingnya Data untuk Penguatan Ekonomi Daerah

Lebih jauh, Bismi mengingatkan bahwa generasi muda saat ini hidup di era digital yang menawarkan banyak kemudahan, namun juga menyimpan berbagai risiko. Penipuan digital, investasi ilegal, pinjaman online ilegal, hingga judi online menjadi ancaman nyata yang harus diantisipasi melalui penguatan literasi keuangan.

Karena itu, OJK Sultra menilai pendidikan keuangan tidak cukup hanya mengenalkan produk perbankan, tetapi juga harus membekali anak dengan kemampuan berpikir kritis sebelum mengambil keputusan finansial.

Dalam kesempatan tersebut, Bismi mengajak seluruh sekolah di Kota Kendari menjadikan edukasi keuangan sebagai bagian dari budaya belajar. Guru diharapkan terus menanamkan nilai hidup hemat, sementara orang tua didorong aktif mendampingi anak untuk membiasakan menabung dari uang saku yang dimiliki.

Baca Juga :  BI Sultra Tantang Anak Muda Bikin Konten Ekonomi Syariah, Rp10 Juta untuk Juara 1 Menanti

Ia juga berharap seluruh industri jasa keuangan terus menghadirkan layanan yang mudah diakses, aman, dan ramah bagi pelajar agar proses pembelajaran mengenai pengelolaan keuangan dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Melalui sinergi antara sekolah, keluarga, pemerintah, dan sektor jasa keuangan, OJK Sultra optimistis akan lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kecakapan finansial sebagai bekal menuju masa depan yang lebih sejahtera.(*)

Laporan: Ismu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *