Daerah  

Kampung Zakat Rahampuu Bombana Raih Penghargaan Nasional

Kampung Zakat Rahampuu, Bombana, meraih penghargaan nasional Most Innovative Empowerment Model dalam Anugerah Ekosistem Berdaya 2026. (Istimewa)

TOLANOSULTRA.COM, SEMARANG – Upaya menjadikan zakat sebagai jalan menuju kemandirian masyarakat mendapat pengakuan nasional. Kampung Zakat Kelurahan Rahampuu, Kecamatan Kabaena, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra) meraih Anugerah Ekosistem Berdaya 2026.

Kampung Zakat Rahampuu dinilai memiliki model pemberdayaan yang inovatif hingga meraih penghargaan kategori Most Innovative Empowerment Model dalam ajang tersebut.

Penghargaan itu tidak diraih sendiri. Kampung Zakat Rahampuu mendapatkannya bersama BAZNAS Kabupaten Bombana dan LAZ Wahdah Inspirasi Zakat sebagai pihak yang turut membangun program pemberdayaan berbasis zakat di wilayah tersebut.

Baca Juga :  502 Titik Gedung Koperasi Merah Putih akan Dibangun di 2026, Selesai Maret

Penghargaan diserahkan Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat Islam, Prof. Dr. Abu Rokhmad kepada Kepala Kanwil Kemenag Sultra, H. Mansur di Gedung Serbaguna PIP Semarang, Jawa Tengah (Jateng) pada Kamis (17/9/2026).

Bagi Kakanwil Kemenag Sultra, capaian tersebut bukan sekadar penghargaan bagi sebuah kampung zakat. Lebih jauh, pengakuan itu menjadi dorongan agar pengelolaan zakat di Sultra semakin diarahkan pada program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus menjadikan zakat sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat. Zakat tidak hanya berbicara tentang penyaluran bantuan, tetapi bagaimana menghadirkan kemandirian dan manfaat nyata bagi umat,” ujar Mansur.

Baca Juga :  Rombongan Pertama dari Sultra, Jemaah Haji Kendari Resmi Diberangkatkan ke Makkah

Ia mengapresiasi keterlibatan Kemenag, BAZNAS Kabupaten Bombana, LAZ Wahdah Inspirasi Zakat serta masyarakat dalam mengembangkan Kampung Zakat Rahampuu. Menurutnya, kolaborasi antarlembaga menjadi bagian penting agar program zakat tidak berhenti pada pemberian bantuan.

Mansur berharap capaian Rahampuu dapat mendorong lahirnya lebih banyak program serupa di daerah lain. Kata dia, setiap program perlu disusun berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat agar manfaat zakat dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Kemenhub Beri 6.770 Tiket Gratis Mudik Kendari-Raha-Baubau, Ini Cara Daftarnya

Ia menegaskan, ukuran keberhasilan pemberdayaan zakat bukan semata-mata penghargaan yang diterima. Hal yang lebih penting adalah apakah program tersebut mampu membantu masyarakat menjadi lebih mandiri dan memperbaiki kehidupannya.

“Yang paling penting bukan hanya penghargaan, tetapi keberlanjutan manfaatnya. Semoga penghargaan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat ekosistem zakat di Sultra, sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *