TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Momentum Ramadan dimanfaatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan syariah.
Melalui program Gerak Syariah (Gebyar Ramadan Keuangan Syariah), OJK mengajak masyarakat mengenal berbagai produk keuangan syariah sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap investasi dan travel umrah ilegal.
Kegiatan yang dipusatkan di Kota Kendari itu melibatkan berbagai pelaku industri jasa keuangan syariah dan digelar bekerja sama dengan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS). Sejumlah lembaga, mulai dari perbankan syariah, perusahaan asuransi, pegadaian syariah hingga BPJS berbasis syariah, hadir memberikan edukasi dan layanan langsung kepada masyarakat.
Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha mengatakan, Gerak Syariah menjadi wadah untuk memperluas literasi sekaligus mendorong meningkatnya penggunaan produk dan layanan keuangan syariah di Sulawesi Tenggara.
“Tujuannya adalah kita bagaimana meningkatkan literasi dan inklusi untuk keuangan syariah. Makanya hari ini di sini adalah seluruh teman-teman dari industri jasa keuangan syariah, baik itu perbankan, ada juga asuransi, pegadaian, dan BPJS yang semuanya berbasis syariah,” ujar Bismi.
Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum memahami ragam produk keuangan syariah beserta manfaatnya. Karena itu, OJK menghadirkan berbagai lembaga jasa keuangan agar masyarakat dapat memperoleh informasi secara langsung sebelum memilih layanan yang sesuai dengan kebutuhannya.
Selain memperkenalkan produk perbankan dan pembiayaan syariah, kegiatan tersebut juga mengangkat isu yang sedang menjadi perhatian masyarakat, seperti meningkatnya minat investasi emas melalui pegadaian syariah. OJK mengingatkan masyarakat agar memahami mekanisme investasi sebelum mengambil keputusan.
Tak hanya itu, OJK juga menyoroti maraknya kasus travel umrah ilegal. Dalam kegiatan ini, masyarakat diperkenalkan dengan mitra perbankan dan penyelenggara perjalanan ibadah umrah yang telah memiliki legalitas dan bekerja sama secara resmi sehingga dapat menjadi referensi bagi calon jemaah.
“Kita meningkatkan literasi pada masyarakat supaya masyarakat mengenal dan memahami terkait dengan masalah produk-produk keuangan khususnya di perbankan, asuransi, BPJS, dan juga pegadaian syariah karena lagi marak tentunya emas yang lagi tren. Kemudian kita juga menampilkan adanya travel, karena sekarang lagi marak beberapa travel yang bodong,” jelasnya.
Program Gerak Syariah juga menyasar kalangan mahasiswa sebagai bagian dari upaya membangun pemahaman mengenai ekonomi syariah sejak dini. OJK berharap generasi muda semakin mengenal konsep keuangan syariah sehingga mampu memilih produk yang aman, legal, dan berkelanjutan.
“Kami memperkenalkan terkait dengan program-program syariah yang lainnya. Selain investasi emas, ada produk-produk lainnya yang mau kita perkenalkan ke masyarakat. Kami di sini juga mengedukasi teman-teman dari mahasiswa dan juga masyarakat supaya mereka juga mengenal dari awal mengenai program-program ekonomi syariah,” pungkas Bismi.
Melalui Gerak Syariah, OJK Sultra berharap literasi dan inklusi keuangan syariah terus meningkat, sehingga masyarakat semakin cerdas dalam memanfaatkan layanan keuangan yang sesuai prinsip syariah sekaligus terhindar dari berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan investasi maupun perjalanan ibadah.
Laporan: Ismu
