Lewat Jelajah Kuliner, BI Sultra Perkuat Promosi UMKM dan Transaksi QRIS

BI Sultra memperkuat promosi UMKM dan pariwisata melalui QRIS Jelajah Kuliner Indonesia 2026, mendorong perluasan transaksi digital di Sulawesi Tenggara.

TOLANOSULTRA.COM, KENDARI Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital melalui penyelenggaraan QRIS Jelajah Kuliner Indonesia Sulawesi Tenggara 2026.

Program yang menjadi bagian dari rangkaian Road to FEKDI x ISEF 2026 itu dirancang untuk memperluas penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sekaligus mendorong promosi UMKM dan potensi pariwisata daerah.

Kepala KPw BI Sultra, Edwin Permadi mengatakan, digitalisasi sistem pembayaran tidak hanya bertujuan meningkatkan transaksi nontunai, tetapi juga menjadi instrumen untuk memperkuat daya saing UMKM dan mendukung sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi daerah.

“Melalui QRIS Jelajah Kuliner Indonesia Sulawesi Tenggara 2026, kami ingin menghadirkan pengalaman langsung kepada masyarakat dalam menggunakan QRIS sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner, budaya, dan produk unggulan daerah. Digitalisasi pembayaran harus mampu memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha dan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  SERAMBI 2026, Kuota Tukar Uang Dibuka Dua Tahap

Program tersebut digelar di tiga daerah, yakni Kota Kendari, Kota Baubau, dan Kabupaten Muna. Sebelum pelaksanaan, Bank Indonesia membuka pendaftaran pada 25–30 Juni 2026 yang berhasil menarik minat 227 peserta. Setelah melalui proses seleksi, terpilih delapan tim yang terdiri atas 24 peserta dan delapan fasilitator.

Selama pelaksanaan kegiatan, para peserta menjalankan berbagai misi edukasi, mulai dari sosialisasi penggunaan QRIS, kampanye Gerakan Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, edukasi Pelindungan Konsumen (PeKA), pengenalan pembayaran digital pada layanan transportasi daring, hingga promosi kuliner dan UMKM lokal Sultra.

Baca Juga :  Kerugian Kasus AMG Pantheon di Kepulauan Buton Ditaksir Capai Rp130 Miliar

Edwin mengungkapkan, pelaksanaan program memberikan hasil yang menggembirakan. Edukasi transportasi daring berhasil menjangkau 270 masyarakat, sedangkan pengalaman penggunaan tujuh fitur QRIS diikuti 369 pengguna. Sementara itu, edukasi CBP Rupiah dan Pelindungan Konsumen menjangkau 1.541 orang.

Tidak hanya melalui kegiatan lapangan, kampanye digital yang dilakukan peserta juga mencatat engagement sebanyak 652.974 dengan jangkauan 23.834 pengguna media sosial. Angka tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah seiring penyebaran konten edukasi yang masih berlangsung.

Salah satu rangkaian kegiatan berlangsung di Kabupaten Muna dan dirangkaikan dengan Festival Liangkobhori ke-4. Momentum tersebut dimanfaatkan Bank Indonesia untuk memperluas implementasi QRIS di kawasan wisata sekaligus mendukung promosi budaya dan produk unggulan daerah.

Baca Juga :  Pertemuan Hangat Tiga Pemimpin, Isyarat Penguatan Kolaborasi untuk Sultra

Selain memberikan edukasi transaksi digital kepada masyarakat dan pelaku usaha, Bank Indonesia juga memfasilitasi sarana pendukung kawasan wisata Gua Liangkobhori serta memperkuat pengembangan UMKM binaan, termasuk Tenun Masalili, sebagai bagian dari upaya mendorong ekonomi lokal.

Edwin menambahkan, keberhasilan penyelenggaraan QRIS Jelajah Kuliner Indonesia Sultra 2026 menunjukkan bahwa kolaborasi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, pelaku UMKM, dan masyarakat mampu mempercepat perluasan ekosistem pembayaran digital.

“Bank Indonesia mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan ini. Ke depan, kami akan terus memperkuat sinergi dalam membangun ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang inklusif, sehingga dapat menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi Sultra yang berkelanjutan,” pungkasnya.(*)

Laporan: Ismu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *