Ekonomi Sultra Tumbuh 6,19 Persen di Triwulan II 2026, PDRB Capai Rp55,37 Triliun

Ekonomi Sulawesi Tenggara tumbuh 6,19 persen pada triwulan II 2026. PDRB atas dasar harga berlaku mencapai Rp55,37 triliun.(Foto: Internet)

TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Perekonomian Sulawesi Tenggara (Sultra) menunjukkan kinerja positif pada triwulan II 2026 dengan pertumbuhan mencapai 6,19 persen secara tahunan (y-on-y).

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sultra, Imam Widhiyanto mengatakan, pertumbuhan tersebut tercermin dari nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sultra atas dasar harga berlaku yang mencapai Rp55,37 triliun. Sementara berdasarkan harga konstan 2010, PDRB tercatat sebesar Rp31,22 triliun.

“Di tengah pertumbuhan ekonomi tersebut, tekanan harga di Sultra pada Juli 2026 juga masih terjaga,” ungkap Imam dalam keterangan resminya.

Baca Juga :  Perluas Pasar UMKM, BI dan Pemda Sultra Resmi Sepakati PKS Rantai Pasok Ekspor

Provinsi ini mencatat inflasi sebesar 3,43 persen secara y-on-y. Namun secara bulanan, Sultra mengalami kontraksi 0,19 persen secara m-to-m. Sementara secara kumulatif sejak awal tahun, inflasi tercatat tumbuh 4,35 persen secara y-to-d.

Pada periode yang sama, nilai tukar rupiah masih berada dalam tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Sepanjang Juli 2026, rupiah bergerak pada kisaran Rp17.906 hingga Rp18.217 per USD.

Baca Juga :  Per Mei 2026, Rp725,41 Miliar Telah Tersalurkan untuk MBG di Sultra

Menjelang akhir Juli, rupiah ditutup di sekitar Rp18.022–Rp18.029 per USD. Pelemahan tersebut dipicu sejumlah faktor eksternal, mulai dari ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah, penantian arah kebijakan suku bunga The Fed, hingga penguatan dolar AS di pasar global.

Perkembangan ekonomi regional tersebut menjadi bagian dari kondisi fiskal Sultra hingga akhir Juli 2026. Belanja APBN regional Sultra tercatat mencapai Rp12.856,65 miliar, atau 56,11 persen dari pagu sebesar Rp22.914,18 miliar.

Baca Juga :  Juli 2026, Sultra Catat Deflasi Pertama Sejak November 2025

Pagu tersebut meningkat dari sebelumnya Rp21.464,96 miliar setelah dilakukan revisi anggaran. Meski demikian, realisasi belanja negara tersebut masih mengalami kontraksi 2,79 persen secara y-on-y.

Sementara itu, realisasi Pendapatan Negara dan Hibah mencapai Rp3.228,58 miliar, atau 54,13 persen dari target Rp5.966,52 miliar. Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, penerimaan tersebut tumbuh 42,63 persen.(*)

Laporan: Ismu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *