TOLANOSULTRA.COM, WAKATOBI – Tantangan geografis yang memisahkan pulau demi pulau ternyata tidak menjadi penghalang bagi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Wakatobi untuk membangun pendidikan pemilih yang kuat.
Lembaga penyelenggara pemilu tersebut justru berhasil mencatat prestasi di tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dengan meraih penghargaan sebagai Satuan Kerja (Satker) Terbaik I bidang Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih tahun 2026.
Penghargaan itu diberikan dalam kegiatan Rapat Koordinasi Sinergi KPU Kabupaten/Kota dalam Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat yang digelar di Aula Husni Kamil Manik, Kantor KPU Sultra pada Rabu (20/5/2026).
Capaian tersebut menempatkan KPU Wakatobi di posisi teratas dari 17 KPU kabupaten dan kota se-Sultra.
Penghargaan diterima langsung oleh Kepala Divisi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih KPU Wakatobi, Erni Mawar didampingi Kasubag SDM dan Parmas, Taufan Azhady Iskandar.
Prestasi itu tidak lahir dari proses instan. Di tengah kondisi wilayah kepulauan yang membuat mobilitas tidak selalu mudah, KPU Wakatobi memilih memperkuat pendekatan digital untuk menjangkau masyarakat.
Media sosial dijadikan ruang edukasi baru agar informasi kepemiluan tetap dapat diakses masyarakat di berbagai pulau. Berbagai konten edukatif, informasi tahapan pemilu hingga materi literasi demokrasi disebarluaskan secara berkelanjutan melalui kanal digital yang dikelola KPU Wakatobi.

Kepala Divisi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih KPU Wakatobi, Erni Mawar mengatakan, kondisi geografis Wakatobi menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan sosialisasi secara langsung.
Karena itu, strategi komunikasi melalui platform digital dipilih agar jangkauan informasi tidak terbatas pada pertemuan tatap muka.
“Wakatobi memiliki karakter wilayah kepulauan sehingga tidak semua daerah bisa dijangkau dengan mudah. Pemanfaatan media sosial menjadi salah satu solusi untuk memastikan edukasi kepemiluan tetap berjalan,” ujarnya.
Menurut Erni, penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa inovasi komunikasi dapat berjalan efektif meski berada di wilayah dengan tantangan geografis. Ia menegaskan capaian itu merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran KPU Wakatobi, mulai dari komisioner hingga unsur sekretariat.
“Ini bukan keberhasilan individu. Penghargaan ini lahir dari kerja bersama seluruh keluarga besar KPU Wakatobi,” katanya.
Keberhasilan tersebut sekaligus memperlihatkan perubahan pola pendidikan pemilih yang kini tidak lagi bergantung sepenuhnya pada metode konvensional. Pemanfaatan teknologi dan konten digital mulai menjadi instrumen penting dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dan memperkuat literasi demokrasi.
KPU Wakatobi pun berkomitmen mempertahankan inovasi tersebut dengan memperluas metode sosialisasi serta menghadirkan lebih banyak materi edukasi yang mudah diakses masyarakat.
Harapannya, kualitas partisipasi pemilih tidak hanya meningkat saat pemilu berlangsung, tetapi juga membentuk pemilih yang lebih sadar dan memahami proses demokrasi sejak dini.
Penulis: Tim Redaksi
