TOLANOSULTRA.COM, KONSEL – Kepergian Siti Asiah saat menunaikan ibadah haji di Tanah Suci menyisakan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan di Desa Silea Jaya, Kecamatan Buke, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).
Di tengah suasana berkabung itu, jajaran Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sulawesi Tenggara (Sultra) datang memberikan dukungan langsung kepada keluarga almarhumah.
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenhaj Sultra, Muhammad Lalan Jaya bersama Kepala Bagian (Kabag) Tata Usaha Kanwil Kemenhaj Sultra, Kepala Kantor Kemenhaj Konsel, serta sejumlah staf menyambangi rumah duka pada Kamis (4/6/2026).
Kedatangan rombongan bukan sekedar kunjungan formal, melainkan bentuk kepedulian kepada keluarga jemaah yang tengah menghadapi kehilangan setelah anggota keluarganya wafat saat menunaikan rukun Islam kelima.
Dalam pertemuan itu, Muhammad Lalan Jaya menyampaikan belasungkawa atas wafatnya almarhumah Siti Asiah. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan untuk menghadapi cobaan tersebut.
“Atas nama Kementerian Haji dan Umrah, kami turut berduka cita yang mendalam. Semoga keluarga diberikan kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini,” kata Lalan.
Ia mengatakan, wafatnya seorang jemaah saat berada di Tanah Suci merupakan peristiwa yang menyedihkan, namun di sisi lain mengandung kemuliaan karena terjadi ketika yang bersangkutan sedang menjalankan ibadah haji.
Menurut Lalan, Makkah dan Madinah merupakan tempat yang dimuliakan dalam Islam. Karena itu, keluarga diharapkan dapat mengambil hikmah dari peristiwa tersebut dan terus mendoakan almarhumah.
“Doa kita bersama, semoga seluruh ibadah almarhumah diterima Allah SWT, diampuni segala khilafnya, dan mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Lalan juga mengingatkan bahwa setiap muslim tentu berharap dapat menutup usia dalam keadaan yang baik. Karena itu, wafat saat menunaikan ibadah di Tanah Haram menjadi salah satu keistimewaan yang patut disyukuri meski tetap meninggalkan kesedihan bagi keluarga.
Kehadiran jajaran Kemenhaj mendapat apresiasi dari pihak keluarga. Perwakilan keluarga, Priyadi, mengaku terharu atas perhatian yang diberikan sejak almarhumah berangkat ke Tanah Suci hingga setelah kabar wafatnya diterima keluarga.
Ia menyebut Kemenhaj terus memberikan pendampingan dan informasi kepada keluarga selama proses pelaksanaan ibadah haji.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kanwil Kemenhaj Sultra dan Kemenhaj Konsel atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada almarhumah sejak keberangkatan hingga menjalankan ibadah haji di Makkah,” ujar Priyadi.
Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi penguatan tersendiri bagi keluarga yang sedang berduka. Perhatian yang diberikan membuat keluarga merasa tidak sendiri dalam menghadapi musibah tersebut.
Kunjungan ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk almarhumah Siti Asiah. Jajaran Kemenhaj dan keluarga berharap almarhumah memperoleh rahmat dan ampunan Allah SWT, sementara keluarga yang ditinggalkan diberi keteguhan hati dan keikhlasan menerima takdir yang telah ditetapkan.
Penulis: Tim Redaksi
