Daerah  

Ikuti Instruksi Pusat, Kanwil Kemenhaj Sultra Imbau Jemaah Tunda Umrah

Kemenhaj Sultra
Muhammad Lalan Jaya.

TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengimbau masyarakat, khususnya calon jemaah umrah asal Sultra, untuk menunda atau menjadwal ulang keberangkatan ibadah umrah hingga situasi di kawasan Timur Tengah benar-benar kondusif.

Imbauan tersebut disampaikan Kepala Kanwil Kemenhaj Sultra, Muhammad Lalan Jaya menyusul arahan pemerintah pusat terkait dinamika keamanan di sejumlah negara kawasan tersebut.

Menurutnya, langkah itu merupakan bentuk kehati-hatian pemerintah demi menjaga keselamatan dan kenyamanan jemaah.

“Kami mengimbau masyarakat Sultra yang telah merencanakan keberangkatan umrah dalam waktu dekat agar terus memantau perkembangan situasi dan mengikuti arahan resmi pemerintah. Jika memungkinkan, sebaiknya menunda atau menjadwal ulang hingga kondisi lebih aman,” ujarnya.

Baca Juga :  Ribuan Lowongan Kerja Luar Negeri Dibuka, Peluang Terbuka Lebar bagi Warga Sultra

Dampak Penutupan Ruang Udara

Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah RI menyampaikan bahwa beberapa negara di Timur Tengah menutup sementara ruang udara mereka akibat meningkatnya situasi keamanan regional.

Negara-negara yang mengambil kebijakan tersebut antara lain Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Irak, dan Suriah. Sementara itu, Arab Saudi bersama Oman, Yordania, dan Lebanon masih membuka operasional penerbangan secara terbatas dengan peningkatan kewaspadaan.

Meski kondisi di dalam wilayah Arab Saudi dilaporkan tetap aman dan aktivitas masyarakat berjalan normal, penyesuaian jadwal penerbangan berpotensi menyebabkan keterlambatan bahkan pembatalan keberangkatan maupun kepulangan jemaah.

Baca Juga :  Warga Sultra Antusias Daftar Mudik Gratis Program Gubernur ASR, Ini Kuota Per Lintasan

Langkah Mitigasi Pemerintah

Sebagai langkah antisipasi, Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah telah membentuk tim siaga di sejumlah terminal bandara guna memberikan pendampingan kepada jemaah yang terdampak perubahan jadwal penerbangan.

Koordinasi intensif juga dilakukan dengan maskapai, penyelenggara travel, serta mitra layanan di Arab Saudi untuk meminimalkan potensi jemaah tertahan di bandara.

Selain itu, KBRI Riyadh turut mengimbau Warga Negara Indonesia di Arab Saudi agar tetap tenang, tidak panik, serta hanya merujuk pada informasi resmi dari otoritas setempat maupun perwakilan pemerintah RI.

Baca Juga :  Genjot Kemandirian Fiskal, Pemprov Sultra Pasang Target PAD Rp1,389 Triliun di 2026

Utamakan Keselamatan Jemaah

Muhammad Lalan Jaya menegaskan bahwa keselamatan jemaah menjadi prioritas utama. Ia juga meminta biro perjalanan umrah di Sultra proaktif memberikan informasi yang transparan kepada calon jemaah.

“Kami berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas sumbernya. Ikuti pengumuman resmi pemerintah dan berkoordinasi dengan travel masing-masing,” tegasnya.

Kanwil Kemenhaj Sultra memastikan akan terus memantau perkembangan situasi serta berkoordinasi dengan pemerintah pusat guna memberikan informasi terbaru kepada masyarakat.

Langkah itu diambil agar pelaksanaan ibadah umrah dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan penuh kekhusyukan ketika kondisi benar-benar telah stabil.

Penulis: Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *