Ekspor Perdana 15 Ton Ubur-Ubur Senilai Rp300 Juta Dilepas dari Baubau ke Tiongkok

Hugua
Hugua

TOLANOSULTRA.COM, BAUBAU – Sebanyak 15 ton ubur-ubur senilai Rp300 juta resmi dilepas Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) untuk pasar ekspor Tiongkok melalui Pelabuhan Murhum, Kota Baubau.

Ekspor ubur-ubur tersebut merupakan hasil kerja sama PT Triko Bina Nusantara bersama Pemprov Sultra, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan.

Wakil Gubernur Sultra, Hugua mengatakan, keberhasilan ekspor perdana itu merupakan hasil dari proses panjang yang berangkat dari kesadaran pentingnya nilai ekspor terhadap peningkatan dana transfer daerah dari pemerintah pusat.

Baca Juga :  Dukung Gerakan Indonesia Asri, Gubernur ASR Siap Tertibkan Baliho dan Kabel Semrawut

“Selama ini komoditas kita diekspor, tetapi pencatatan dan rilisnya justru dilakukan di daerah lain. Ke depan, ekspor harus dilepas dan dicatat dari Sulawesi Tenggara,” ungkap Hugua.

Kata dia, ubur-ubur yang diekspor berasal dari Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan (Busel) yang dikenal sebagai penghasil ubur-ubur dengan kualitas terbaik. Selain itu, pulau Kabaena juga menjadi salah satu wilayah dengan potensi serupa.

Baca Juga :  Tunggakan Pajak PT VDNI Rp26 Miliar Disepakati Dibayar, Gubernur ASR Tegaskan Tidak Ada Pengurangan

“Sulawesi Tenggara bisa menjadi ikon ubur-ubur dunia. Potensi ini luar biasa dan harus dijaga kualitasnya,” tambahnya.

Hugua juga mendorong masyarakat dan pelaku usaha untuk terus meningkatkan mutu produk, baik di sektor perikanan maupun pertanian, agar tidak hanya dipasarkan secara lokal, tetapi mampu menembus pasar nasional hingga internasional.

Sementara itu, Direktur PT Triko Bina Nusantara, Anton menjelaskan bahwa pengiriman ubur-ubur ke Tiongkok membutuhkan waktu sekitar 20 hari. Produk dikemas dalam bentuk setengah asin guna menjaga kualitas selama proses distribusi.

Baca Juga :  Tahun 2026, Seleksi CPNS dan PPPK Pemprov Sultra Ditiadakan

Ia menyebut, satu kontainer berisi 15 ton ubur-ubur dengan nilai Rp300 juta. Awalnya direncanakan empat kontainer untuk pengiriman tahap pertama, namun karena kendala teknis, baru satu kontainer yang diberangkatkan.

“Kami harap, pelepasan ekspor perdana ini menjadi pemicu bagi pelaku usaha lain di Sultra untuk mengembangkan ekspor komoditas non-tambang,” tuturnya.

Laporan: Tim Redaksi

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *