TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Di tengah kepulangan ribuan jemaah haji Sulawesi Tenggara (Sultra) ke Tanah Air, tiga jemaah masih harus bertahan di Arab Saudi.
Mereka belum dapat bergabung dengan rombongan karena masih menjalani perawatan medis dan belum dinyatakan layak terbang oleh tim kesehatan.
Ketiga jemaah tersebut berasal dari Kloter 35 dan Kloter 36. Mereka adalah Hj. Hanatia Sahebe, jemaah asal Kabupaten Konawe yang tergabung dalam Kloter 35 dan saat ini menjalani perawatan di ruang ICU Saudi National Hospital.
Sementara dua jemaah lainnya berasal dari Kabupaten Kolaka, yakni Rajadeng Hamakkah Sale dan Siti Harlina Sattu Ali, yang tergabung dalam Kloter 36. Keduanya masih menjalani perawatan di rumah sakit di Makkah dan Madinah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Tim Dokumen dan Visa Kemenhaj Sultra, La Ode Mardangki mengatakan, penundaan kepulangan ketiga jemaah tersebut murni berdasarkan pertimbangan medis.
Menurutnya, keputusan itu diambil oleh tim kesehatan haji di Arab Saudi setelah melakukan pemeriksaan terhadap kondisi para jemaah.
“Keselamatan jemaah adalah prioritas. Tiga jemaah ini akan dipulangkan menggunakan kloter berikutnya setelah dokter di Tanah Suci menyatakan mereka sudah fit to fly,” ujar Mardangki.
Ia memastikan ketiga jemaah dalam kondisi stabil dan tetap mendapatkan penanganan medis secara intensif. Selain didampingi tenaga kesehatan, para jemaah juga memperoleh pendampingan dari petugas haji dan pembimbing ibadah yang berada di Arab Saudi.
Kemenhaj Sultra meminta keluarga jemaah di Sultra untuk tidak khawatir dan terus mendoakan proses pemulihan ketiga jemaah tersebut. Kemenhaj juga terus memantau perkembangan kesehatan para jemaah dan akan memfasilitasi kepulangan mereka setelah kondisi kesehatannya memungkinkan.
“Begitu dinyatakan layak terbang oleh dokter, para jemaah akan segera dipulangkan ke Indonesia dan kembali berkumpul bersama keluarga di kampung halaman,” kata Mardangki.
Laporan: Ismu
