TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Sosok Prof Ida Usman menjadi perhatian dalam bursa Pemilihan Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) periode 2026–2030.
Guru besar yang dikenal aktif mengembangkan tata kelola pendidikan tinggi ini berhasil melangkah ke babak akhir setelah meraih suara terbanyak dalam penjaringan calon rektor oleh Senat UHO.
Dari total 48 anggota senat yang menggunakan hak suara, Prof Ida Usman memperoleh 15 suara, mengungguli dua kandidat lainnya, yakni Prof Takdir Saili dengan 11 suara dan Dr Herman yang mengantongi 10 suara.
Hasil tersebut mengantarkannya menjadi satu dari tiga calon rektor yang akan mengikuti proses pemilihan akhir bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Bagi Prof Ida, pencalonan itu bukan sekedar kompetisi memperebutkan jabatan tertinggi di kampus hijau UHO. Ia membawa visi besar untuk menjadikan universitas sebagai institusi yang mampu menjawab tantangan zaman melalui transformasi tata kelola, penguatan riset, dan peningkatan daya saing global.
Dalam dokumen visi, misi, dan program kerja yang disusunnya, Prof Ida mengusung konsep UHO IMPACT, sebuah arah pembangunan universitas yang menempatkan UHO sebagai kampus yang inklusif, modern, adaptif, serta mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Konsep tersebut tidak berhenti pada slogan. Ia merancang berbagai program strategis, mulai dari digitalisasi layanan akademik dan administrasi, penguatan sistem tata kelola berbasis Good University Governance, hingga penerapan budaya kerja yang mengedepankan profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas.
Di bidang akademik, Prof Ida menaruh perhatian besar pada peningkatan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, hasil riset perguruan tinggi harus mampu menghasilkan inovasi yang dapat dihilirisasikan untuk menjawab kebutuhan pembangunan daerah, khususnya di Sultra.
Ia juga mendorong perluasan jejaring kerja sama dengan berbagai pihak, baik pemerintah, dunia industri, perguruan tinggi, maupun lembaga internasional. Melalui kolaborasi tersebut, UHO diharapkan mampu meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, pertukaran mahasiswa, hingga memperkuat reputasi kampus di tingkat global.
Tak hanya berfokus pada prestasi akademik, Prof Ida ingin membangun lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan berintegritas. Dalam programnya, ia mengusulkan penguatan sistem pencegahan pelanggaran akademik, penyediaan layanan konseling, hingga pengembangan green campus sebagai bagian dari budaya kampus berkelanjutan.
Tagline UHO IMPACT menjadi identitas utama gagasannya. Akronim dari Inclusive, Modern, Pioneering, Agile, Catalyst, dan Transformative itu menggambarkan harapan agar UHO menjadi perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga menjadi pelopor perubahan dan penggerak pembangunan di kawasan timur Indonesia.
Kini, langkah Prof Ida Usman memasuki tahap krusial. Bersama dua kandidat lainnya, ia akan menjalani penelusuran rekam jejak oleh Kementerian sebelum pemungutan suara akhir digelar. Pada tahapan tersebut, suara Senat UHO yang berbobot 65 persen akan dipadukan dengan 35 persen suara Menteri untuk menentukan siapa yang dipercaya memimpin Universitas Halu Oleo selama lima tahun ke depan.
Dengan bekal pengalaman akademik serta gagasan transformasi yang ditawarkannya, Prof Ida Usman kini menjadi salah satu figur yang berpeluang besar menentukan arah baru UHO menuju kampus yang lebih kompetitif, inovatif, dan berdampak.
Laporan: Ismu
