TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Program bantuan sapi kurban Presiden untuk Iduladha 2026 tidak hanya menghadirkan hewan kurban berukuran jumbo di Sulawesi Tenggara (Sultra), tetapi juga membawa berkah bagi peternak lokal.
Seluruh sapi yang disiapkan untuk 17 kabupaten/kota dan tingkat provinsi dipasok langsung dari peternak di berbagai daerah di Sultra.
Total ada 18 ekor sapi yang akan disalurkan tahun ini. Nilai pembeliannya pun tidak kecil, berkisar mulai Rp80 juta hingga Rp123 juta per ekor. Harga tertinggi tercatat berasal dari Kabupaten Kolaka Timur (Koltim).
Sapi jenis Limousin asal Desa Watupute, Kecamatan Mowewe itu menjadi yang termahal dengan nilai pembelian Rp123 juta. Bobotnya mencapai 1.000 kilogram atau satu ton penuh.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Sultra, Muhammad Taufik mengatakan, seluruh kebutuhan sapi kurban presiden dipenuhi dari dalam daerah tanpa mendatangkan ternak dari luar Sultra.
Kata dia, hal tersebut menjadi bukti bahwa peternak lokal mampu menyediakan ternak berkualitas dengan standar bobot dan kesehatan yang dibutuhkan.
“Seluruh sapi berasal dari peternak lokal Sultra. Kami juga sudah menyiapkan tim untuk melakukan pengawasan kondisi ternak serta memastikan distribusi daging kurban berjalan sesuai sasaran,” ujarnya, Selasa (19/5/2026).
Konawe Selatan (Konsel) menjadi daerah yang paling dominan sebagai pemasok. Wilayah itu menyuplai sapi untuk sejumlah daerah, di antaranya Kendari, Wakatobi, Konawe Kepulauan hingga Buton Utara.
Tak hanya itu, Muna Barat juga tampil sebagai salah satu sentra peternakan yang berperan besar. Daerah tersebut memasok sapi untuk Buton Selatan, Buton Tengah, Baubau hingga kebutuhan daerahnya sendiri.
Selain nilai ekonominya yang tinggi, sapi bantuan presiden tahun ini juga mencuri perhatian karena ukuran yang tidak biasa. Rata-rata bobot ternak berada pada kisaran 810 kilogram hingga 1.188 kilogram.
Sapi terberat disiapkan untuk Kabupaten Muna. Hewan jenis Limousin asal Muna itu memiliki bobot mencapai 1.188 kilogram atau nyaris 1,2 ton dengan nilai pembelian Rp115 juta.
Sementara sapi dengan harga paling rendah berasal dari Kabupaten Kolaka. Meski dibanderol Rp80 juta, bobotnya tetap mencapai 810 kilogram, menjadikannya tetap masuk kategori sapi berbadan besar.
Jenis ternak yang dipilih juga cukup variatif, mulai dari Simental, Angus, Brahman, Limousin, Wagyu hingga Peranakan Ongole (PO). Keragaman itu menunjukkan potensi peternakan Sultra yang semakin berkembang dan mampu bersaing dalam penyediaan hewan kurban berskala nasional.
Dengan dominasi pasokan dari peternak lokal, program bantuan sapi kurban Presiden tahun ini tidak hanya menjadi bagian dari perayaan Iduladha, tetapi juga membuka ruang promosi bagi industri peternakan Sultra.
Penulis: Tim Redaksi
