TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus memperluas literasi keuangan sebagai langkah membangun masyarakat yang semakin cerdas dalam memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan.
Upaya tersebut dilakukan melalui ratusan kegiatan edukasi yang telah menjangkau ratusan ribu warga di berbagai daerah.
Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha mengatakan, peningkatan pemahaman masyarakat mengenai keuangan menjadi salah satu prioritas lembaganya. Hal itu dinilai penting untuk mendorong inklusi keuangan sekaligus melindungi masyarakat dari berbagai risiko kejahatan di sektor keuangan.
Sepanjang periode Januari 2025 hingga Februari 2026, OJK Sultra telah menyelenggarakan 378 kegiatan literasi keuangan yang diikuti sekitar 210.134 peserta. Edukasi tersebut menyasar berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, aparatur sipil negara, pelaku UMKM, komunitas, hingga masyarakat umum.
“Literasi keuangan menjadi fondasi utama agar masyarakat mampu memilih produk keuangan yang sesuai kebutuhan, memahami manfaat dan risikonya, serta terhindar dari berbagai aktivitas keuangan ilegal,” ujar Bismi dalam kegiatan Media Briefing beberapa waktu lalu.
Menurutnya, derasnya perkembangan teknologi digital menghadirkan banyak kemudahan dalam mengakses layanan keuangan. Namun, kondisi tersebut juga diikuti munculnya berbagai modus penipuan, investasi ilegal, pinjaman online ilegal, hingga judi online yang menyasar masyarakat dari berbagai lapisan.
Karena itu, OJK terus memperkuat edukasi melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, industri jasa keuangan, hingga Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). Sinergi tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan edukasi sekaligus meningkatkan kualitas pemahaman masyarakat terhadap sektor keuangan.
Selain kegiatan tatap muka, OJK juga memanfaatkan berbagai kanal digital untuk menyampaikan informasi dan edukasi kepada masyarakat. Langkah ini dilakukan agar materi literasi keuangan dapat menjangkau lebih banyak warga, termasuk generasi muda yang aktif menggunakan media digital.
Bismi menambahkan, peningkatan literasi keuangan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung target nasional peningkatan indeks literasi dan inklusi keuangan. OJK Sultra pun berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan edukasi agar masyarakat semakin bijak dalam mengelola keuangan serta mampu mengenali dan menghindari berbagai bentuk penipuan di sektor jasa keuangan.
“Harapan kami, masyarakat Sulawesi Tenggara tidak hanya memiliki akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk memanfaatkannya secara bijak, aman, dan bertanggung jawab,” tutupnya.(*)
Laporan: Ismu
