Kronologi Kapal Tenggelam di Poleang Timur

Kapal tenggelam
kapal layar motor (KLM) dilaporkan karam di perairan Bambaea, Kecamatan Poleang Timur, Kabupaten Bombana, Selasa (24/2/2026). 

TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Insiden kapal tenggelam kembali terjadi di perairan Sulawesi Tenggara (Sultra). Sebuah kapal layar motor (KLM) dilaporkan karam di perairan Bambaea, Kecamatan Poleang Timur, Kabupaten Bombana, Selasa (24/2/2026).

Informasi pertama diterima Comm Centre Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari sekitar pukul 12.30 Wita. Laporan disampaikan oleh pemilik kapal, Amir setelah mengetahui kapal miliknya, KLM Setia Kawan GT 105, mengalami kecelakaan laut dan tenggelam.

Baca Juga :  Mesin Longboat Rusak di Perairan Lambasina, 13 Nelayan Kolaka Diselamatkan

Kepala KPP Kendari, Amiruddin, menjelaskan kapal tersebut bertolak pada pukul 05.50 Wita dari Pelabuhan Sikeli, Kabaena Barat. Tujuannya menuju Pelabuhan Paria, Kecamatan Poleang, dengan mengangkut tabung gas kosong.

“Dalam pelayaran, kapal diduga mengalami kebocoran pada bagian lambung,” ungkapnya.

Karena kondisi itu, air laut masuk secara perlahan, namun terus-menerus hingga kondisi kapal tak lagi stabil. Situasi memburuk dalam waktu singkat sebelum akhirnya kapal tenggelam di sekitar perairan Poleang Timur.

Baca Juga :  Nelayan Tamborasi Hilang Saat Melaut, Tim SAR Sisir Perairan Tanggetada

Sebelum laporan resmi diterima KPP Kendari, upaya pencarian awal telah dilakukan oleh unsur setempat di sekitar lokasi kejadian. Namun hingga siang hari, keberadaan enam awak kapal belum berhasil ditemukan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pada pukul 12.55 Wita tim Rescue Pos SAR Kolaka diberangkatkan menuju lokasi kejadian menggunakan kapal cepat. Jarak tempuh menuju titik tenggelamnya kapal diperkirakan lebih dari 100 kilometer dari titik sandar.

Baca Juga :  Hilang di Hutan Konawe, Dua Mahasiswa UHO Ditemukan Selamat

Operasi pencarian masih berlangsung dengan penyisiran area laut di sekitar lokasi kejadian.

Hingga berita ini diterbitkan, identitas lengkap enam korban masih dalam proses pendataan. Pihak KPP Kendari memastikan informasi terbaru akan disampaikan secara berkala seiring perkembangan di lapangan.

Penulis: Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *