TOLANOSULTRA.COM, WAKATOBI – Upaya memperkuat pemilu yang ramah bagi penyandang disabilitas terus didorong Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Wakatobi. Salah satunya melalui Bedah Buku Seri I bertajuk “Inklusi Disabilitas dalam Tata Kelola Pemilu” yang digelar secara terbuka dan daring pada Kamis (10/9/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 13.30 WITA tersebut menjadi ruang diskusi untuk membahas bagaimana hak politik penyandang disabilitas dapat dipastikan terpenuhi dalam setiap tahapan pemilu.
Kasubag Parmas dan SDM KPU Wakatobi, Taufan Azhady mengatakan, penyelenggaraan pemilu tidak cukup hanya menjamin proses yang demokratis dan berintegritas. Akses yang setara bagi seluruh warga, termasuk penyandang disabilitas, juga menjadi bagian penting dalam membangun pemilu yang berkualitas.
“Pemilu yang berkualitas bukan hanya diukur dari terlaksananya seluruh tahapan, tetapi juga dari sejauh mana setiap warga negara dapat berpartisipasi tanpa hambatan. Karena itu, inklusi disabilitas harus menjadi bagian dari tata kelola pemilu agar hak politik seluruh masyarakat benar-benar terpenuhi secara setara dan aksesibel,” ujar taufan dalam keterangan resmi Bakohumas KPU Wakatobi.
Bedah buku menghadirkan Prof Najib Husain selaku Guru Besar Bidang Komunikasi Pembangunan FISIP Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari sebagai narasumber.
Diskusi turut menghadirkan Ketua Bawaslu Sultra, Iwan Rompo Banne serta Koordinator Nasional JPPR periode 2021–2024, Nurlia Dian Paramita sebagai panelis.
Beragam perspektif tersebut digunakan untuk mengulas tantangan sekaligus kebutuhan dalam menciptakan penyelenggaraan pemilu yang aksesibel, termasuk memastikan penyandang disabilitas dapat berpartisipasi tanpa menghadapi hambatan.
Kegiatan diawali opening speech Ketua KPU Sultra, Suprihaty Prawaty Nengtias. Sementara jalannya diskusi dipandu Irfan Sakti, Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Kabupaten Wakatobi, selaku moderator.
Melalui forum itu, KPU Wakatobi ingin memperluas literasi kepemiluan sekaligus membangun kesadaran bahwa inklusi disabilitas bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian dari pemenuhan hak politik warga negara.
Kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan pemilu yang setara, mudah diakses, berkeadilan, dan demokratis.
Bedah Buku Seri I dibuka untuk masyarakat dan seluruh pihak yang ingin mengikuti diskusi. Kegiatan dilaksanakan melalui Zoom Meeting mulai pukul 13.30 WITA hingga selesai.(*)
Laporan: Ismu
