Budaya  

KNPI Sultra Dorong Silaturahmi Akbar Masyarakat Muna Jadi Agenda Pelestarian Budaya Daerah

Wahyudin (James).

TOLANOSULTRA.COM, KENDARI Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendorong agar Silaturahmi Akbar Masyarakat Muna tidak dipandang sebagai sekadar ajang temu kangen warga Muna, melainkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat pelestarian budaya lokal di Sultra.

Ketua KNPI Sultra, Wahyudin yang akrab disapa James, menilai kegiatan yang digagas Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) di bawah kepemimpinan La Ode Darwin merupakan langkah positif dalam menjaga eksistensi adat dan budaya Muna agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Menurutnya, keberadaan budaya menjadi salah satu identitas utama yang mampu mengangkat citra suatu daerah. Karena itu, setiap kegiatan yang mengangkat nilai-nilai tradisi perlu mendapat dukungan dari pemerintah maupun seluruh elemen masyarakat.

Baca Juga :  1.228 Dulang di Silaturahmi dan Festival Budaya KKMM, Masyarakat Muna Raih Rekor Dunia

“Budaya adalah kekuatan daerah. Kalau ingin daerah dikenal dan dihargai, maka warisan adat dan budayanya harus terus dijaga serta diperkenalkan kepada generasi muda,” ujar James.

Ia mengatakan, masyarakat Muna selama ini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sosial di Sultra. Namun melalui kegiatan tersebut, masyarakat juga diajak mengenal lebih dekat berbagai tradisi, seni, dan kearifan lokal yang dimiliki Muna.

James menilai pelestarian budaya semakin penting setelah Kabupaten Muna mendapat perhatian dunia melalui penemuan lukisan cadas berusia sekitar 67.800 tahun di Liang Metanduno yang diakui sebagai salah satu lukisan cadas tertua di dunia.

Baca Juga :  La Ode Darwin Dilantik Pimpin HKTI Muna Barat, Bidik Tiga Program Pertanian

Menurutnya, pengakuan internasional tersebut harus menjadi motivasi untuk terus memperkenalkan budaya Muna melalui berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat luas.

Silaturahmi Akbar Masyarakat Muna dijadwalkan menghadirkan beragam atraksi budaya, mulai dari Ewa Wuna, perkelahian kuda, tarian tradisional, hingga pameran kuliner khas Muna. Agenda tersebut juga akan dirangkaikan dengan pengukuhan Lembaga Adat Muna serta pemberian gelar adat kepada Gubernur Sultra.

Kegiatan itu direncanakan dihadiri Gubernur Sultra Andi Sumangerukka, kepala daerah se-Sultra, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta ribuan warga Muna yang bermukim di Kota Kendari.

Baca Juga :  Makna Perkelahian Kuda yang Menjadi Identitas Budaya Muna, Bukan Sekedar Adu Kekuatan

James berharap kegiatan serupa dapat menjadi inspirasi bagi komunitas adat dari berbagai daerah di Sultra untuk lebih aktif memperkenalkan budaya masing-masing sehingga keberagaman budaya daerah tetap terjaga.

Ia pun mengajak seluruh pemuda Sultra untuk ikut berpartisipasi menyukseskan kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap warisan budaya leluhur.

“Budaya tidak akan tetap hidup tanpa peran generasi muda. Karena itu, kami mengajak seluruh pemuda Sulawesi Tenggara bersama-sama menjaga dan melestarikan budaya daerah sebagai identitas yang harus diwariskan kepada generasi berikutnya,” tutupnya.

Laporan: Ismu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *