TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Program membangun kebiasaan menabung sejak usia sekolah membawa Kota Kendari meraih pengakuan di tingkat Regional Sulawesi. Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran menerima KEJAR Award 2026 sebagai kepala daerah dengan Wilayah Implementasi KEJAR Terbaik tingkat Kabupaten/Kota Regional Sulawesi.
Penghargaan tersebut diberikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas komitmen Pemerintah Kota Kendari dalam menjalankan Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) sekaligus memperluas akses layanan keuangan formal bagi generasi muda.
Bukan sekadar penghargaan administratif, capaian Kendari ditopang oleh jumlah pelajar yang telah memiliki rekening. Dari 55.763 siswa SD dan SMP, sebanyak 50.537 siswa telah tercatat memiliki rekening tabungan.
Dengan capaian lebih dari 90 persen tersebut, Kendari kini hanya berjarak sekitar 10 persen dari target satu rekening untuk setiap pelajar. Siska menargetkan cakupan tersebut dapat segera mencapai 100 persen.
“Insyaallah dalam waktu dekat kita akan mencapai target 100 persen. Kita ingin seluruh siswa memiliki rekening dan terbiasa menabung sejak dini sesuai arahan program nasional,” ujar Siska.
Apresiasi tersebut sebelumnya disampaikan OJK melalui surat Nomor S-531/EP.01/2026 tertanggal 24 Agustus 2026. Dalam surat yang ditandatangani Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK Mohammad Ismail Riyadi itu, Pemkot Kendari disebut sebagai salah satu pemerintah daerah yang aktif berpartisipasi dan memberikan kontribusi positif terhadap pelaksanaan Program KEJAR.
Penganugerahan berlangsung dalam Puncak Hari Indonesia Menabung di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi, Jawa Barat, Jumat (28/8/2026).
Program KEJAR merupakan bagian dari agenda nasional untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan sejak usia sekolah. Melalui program ini, pelajar didorong memiliki rekening sekaligus belajar membangun kebiasaan menyimpan dan mengelola uang secara lebih bertanggung jawab.
Keberhasilan implementasi di Kendari juga tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Pemkot Kendari mengapresiasi sponsor yang membantu menyediakan saldo awal bagi pembukaan rekening pelajar sehingga siswa dapat mulai menabung tanpa terbebani setoran awal.
Bagi Siska, keberadaan rekening hanyalah langkah awal. Ia ingin kebiasaan menabung benar-benar menjadi bagian dari pendidikan karakter anak, terutama dalam membangun kedisiplinan dan kemampuan mengendalikan pengeluaran.
“Kita ingin menabung menjadi budaya sejak dini. Dengan begitu anak-anak belajar mengelola uang dan tidak tumbuh dengan perilaku boros yang nantinya justru membebani orang tua,” katanya.
KEJAR Award 2026 juga menjadi bentuk apresiasi bagi industri perbankan dan satuan pendidikan yang berperan dalam pelaksanaan program. Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi salah satu kunci untuk memperluas jangkauan layanan keuangan bagi pelajar.
Dengan capaian 50.537 rekening, Pemkot Kendari kini membidik penyelesaian target 100 persen. Bagi Siska, keberhasilan akhir program bukan hanya ketika seluruh siswa memiliki rekening, tetapi ketika rekening tersebut menjadi pintu masuk bagi lahirnya kebiasaan menabung dan kemampuan mengelola keuangan sejak dini.(*)
Laporan: Ismu
