Guru Besar FPIK Prof Ma’ruf Kasim Daftar Pilrek UHO, Tawarkan 4 Agenda Pembenahan Kampus

Guru Besar FPIK UHO Prof Ma'ruf Kasim resmi maju di Pilrek UHO 2026 sebagai kandidat ke-8 dengan visi digitalisasi dan internasionalisasi kampus.

TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Nama baru kembali meramaikan bursa Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Halu Oleo (UHO) periode 2026-2030. Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) UHO, Prof Ma’ruf Kasim, resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon rektor dan menjadi kandidat kedelapan yang mengikuti kontestasi tersebut.

Pendaftaran dilakukan di Sekretariat Panitia Pilrek UHO, Gedung Rektorat lantai 4, Jumat (29/5/2026).

Tanpa banyak deklarasi maupun manuver politik kampus sebelumnya, Prof Ma’ruf hadir menyerahkan berkas pencalonan sekaligus membawa sejumlah gagasan yang disebutnya sebagai langkah pembenahan untuk memperkuat posisi UHO di masa mendatang.

Menurut Prof Ma’ruf, UHO saat ini berada pada fase penting setelah berhasil meraih akreditasi unggul. Capaian tersebut harus diikuti dengan program-program yang mampu meningkatkan kualitas institusi agar tidak hanya bertahan, tetapi terus berkembang di tengah persaingan dunia pendidikan tinggi yang semakin ketat.

Baca Juga :  UHO Terapkan Kuliah Daring Tiap Jumat, Dorong Sistem Belajar Lebih Fleksibel

Ia pun menyiapkan empat agenda utama yang akan menjadi fokus kepemimpinannya apabila dipercaya memimpin UHO. Keempat agenda tersebut meliputi inovasi kampus, digitalisasi, internasionalisasi, serta penguatan administrasi dan keuangan.

“Visi saya adalah bagaimana mengembangkan institusi ini agar lebih maju. UHO sudah meraih akreditasi unggul, sehingga kita perlu melakukan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kualitas kampus,” katanya.

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah percepatan digitalisasi kampus. Prof Ma’ruf menilai perkembangan teknologi harus dimanfaatkan untuk menciptakan sistem pengelolaan yang lebih modern, efektif, dan terintegrasi.

Ia secara khusus menyoroti pentingnya penguatan bank data kampus. Menurutnya, data yang tertata dengan baik akan menjadi fondasi dalam penyusunan kebijakan dan pengambilan keputusan yang lebih akurat.

Selain transformasi digital, Prof Ma’ruf juga menilai internasionalisasi menjadi kebutuhan mendesak bagi UHO.

Ia ingin mendorong kampus memperluas kerja sama internasional, meningkatkan kolaborasi riset, serta memperkuat reputasi akademik di tingkat global.

Baca Juga :  Guru Tidak Tersentuh Kebijakan WFH, Sekolah Tetap Tatap Muka

Baginya, perguruan tinggi yang ingin berkembang tidak bisa hanya berfokus pada lingkup lokal atau nasional. UHO harus mampu membuka diri terhadap berbagai peluang kerja sama yang dapat mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan penelitian.

Di sisi lain, pembenahan tata kelola administrasi dan keuangan juga menjadi bagian penting dari program yang diusungnya. Ia meyakini institusi yang sehat harus ditopang oleh sistem administrasi yang kuat dan pengelolaan keuangan yang transparan.

“Empat hal itu yang menjadi fokus saya. Seluruhnya akan dijabarkan lebih rinci dalam penyampaian visi dan misi nantinya,” ujarnya.

Prof Ma’ruf menegaskan bahwa UHO merupakan kampus besar yang memiliki tanggung jawab besar pula kepada masyarakat. Karena itu, pengelolaan universitas harus dilakukan secara bijaksana agar mampu menjawab berbagai tantangan yang muncul di masa depan.

Baca Juga :  Pilrek UHO 2026 Segera Dimulai, Kampus Buka Peluang Kandidat Nasional

Ia juga menilai visi UHO sebagai perguruan tinggi terdepan di wilayah pesisir dan pedesaan harus terus diperkuat. Potensi tersebut menjadi keunggulan yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kontribusi kampus terhadap pembangunan daerah maupun nasional.

“UHO adalah amanah masyarakat Sulawesi Tenggara. Amanah itu harus dijaga dan dikembangkan agar kampus ini terus tumbuh menjadi institusi yang semakin maju dan berdaya saing,” tuturnya.

Terkait kemunculannya yang cukup mengejutkan dalam bursa Pilrek, Prof Ma’ruf menegaskan bahwa keputusannya maju bukanlah langkah spontan. Ia mengaku telah melakukan persiapan dan mempertimbangkan berbagai aspek sebelum akhirnya mendaftarkan diri sebagai bakal calon rektor.

Menurutnya, setiap kandidat memiliki strategi dan waktu yang berbeda untuk menyatakan kesiapan. Yang terpenting adalah kesiapan menghadirkan ide, program, dan komitmen untuk membawa UHO menjadi lebih baik pada masa yang akan datang.

Penulis: Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *