DP3A Kendari Gandeng 10 Organisasi, Sekolah Jadi Garda Pencegahan Kekerasan

DP3A Kendari menggandeng 10 organisasi untuk pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui edukasi di sekolah. (Istimewa)

TOLANOSULTRA.COM, KENDARI Pemerintah Kota Kendari memperkuat upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak dengan menjadikan sekolah sebagai garda terdepan edukasi.

Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), sebanyak 10 organisasi masyarakat sipil dilibatkan untuk memberikan sosialisasi kepada peserta didik sejak awal tahun ajaran baru.

Program kolaboratif tersebut menyasar siswa yang sedang mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Harapannya, para pelajar memahami bentuk-bentuk kekerasan, bahaya perundungan (bullying), serta mengetahui langkah yang harus dilakukan apabila menjadi korban maupun menyaksikan tindak kekerasan.

Kepala DP3A Kota Kendari, Fitriani Sinapoy mengatakan, sekolah dipilih sebagai titik awal karena menjadi ruang yang strategis untuk membangun kesadaran anak tentang pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan bebas dari kekerasan.

Baca Juga :  S1 dan Magister Manajemen STIE 66 Kendari Resmi Raih Akreditasi Unggul, Jadi Kebanggaan Sultra

“Kami membangun kolaborasi dengan sejumlah lembaga yang peduli terhadap isu kekerasan perempuan dan anak untuk bersama-sama memberikan sosialisasi dan edukasi di sekolah-sekolah SMP dan SD,” ujarnya usai rapat koordinasi bersama organisasi perempuan di Kantor DP3A Kendari pada Rabu (8/7/2026).

Pada tahap awal, kegiatan akan dilaksanakan di 10 sekolah menengah pertama dan satu sekolah dasar di Kota Kendari. Setelah itu, program akan diperluas secara bertahap ke sekolah-sekolah lain, termasuk satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

DP3A Kota Kendari menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan empat organisasi, yakni Rumpun Perempuan Sultra (RPS), Yayasan Lambu Ina, Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Sultra, dan Jaringan Perempuan Pesisir Sultra (JPP Sultra). (Istimewa)

Fitriani menjelaskan, keterlibatan organisasi masyarakat diharapkan mampu memperkuat materi edukasi karena sebagian besar lembaga tersebut telah berpengalaman mendampingi korban kekerasan perempuan dan anak.

Baca Juga :  Klarifikasi Terbuka, Kuasa Hukum La Ode Naane Tegaskan Laporan Pilkada Wakatobi Bukan Hoaks

Direktur Rumpun Perempuan Sultra (RPS), Husnawati menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak membutuhkan keterlibatan semua pihak agar upaya pencegahan dapat berjalan lebih efektif.

“RPS selama ini juga telah melakukan edukasi. Namun jika dilakukan secara bersama-sama dengan pemerintah dan organisasi lainnya, dampaknya tentu akan lebih besar,” katanya.

Hal senada disampaikan Direktur Yayasan Lambu Ina, Yustina Fendrita. Ia menilai edukasi di lingkungan sekolah penting karena sebagian besar korban kekerasan masih berasal dari kelompok usia anak.

Menurutnya, para pelajar perlu dibekali pengetahuan mengenai berbagai bentuk kekerasan, dampak yang ditimbulkan, serta mekanisme pelaporan agar mereka berani mencari pertolongan ketika mengalami atau menyaksikan tindakan kekerasan.

Baca Juga :  Harkitnas 2026 di Sultra, Kakanwil Kemenag Ajak Generasi Muda Perkuat Literasi Digital dan Jaga Kedaulatan Bangsa

Sebagai bentuk komitmen bersama, DP3A Kota Kendari menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan empat organisasi, yakni Rumpun Perempuan Sultra (RPS), Yayasan Lambu Ina, Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Sultra, dan Jaringan Perempuan Pesisir Sultra (JPP Sultra).

Selain itu, enam organisasi lainnya juga akan terlibat dalam kegiatan edukasi, yaitu Aliansi Perempuan Sultra, FORHATI, Perempuan Katolik Sultra, Wahdah, Sarikat Perempuan, dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari.

Melalui sinergi tersebut, DP3A Kota Kendari berharap sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi ruang yang aman bagi anak-anak untuk tumbuh, sekaligus menjadi benteng utama dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Penulis: Ismu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *