TOLANOSULTRA.COM, KENDARI – Momentum peringatan HUT ke-62 Sulawesi Tenggara (Sultra) dimanfaatkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sultra untuk mendorong kolaborasi strategis dengan sektor industri.
Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Disperindag Sultra, Joice Paskaria Bangapadang menjelaskan bahwa pihaknya secara khusus mengundang sejumlah perusahaan tambang besar untuk terlibat dalam pameran.
Di antaranya PT Vale Indonesia, PT Ceria Nugraha Indotama, PT Indonesia Pomalaa Industry Park, dan PT Aneka Tambang. Sementara dua perusahaan lain yang turut diundang yakni Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan Obsidian Stainless Steel (OSS) belum sempat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Menurut Joice, kehadiran perusahaan tambang dalam pameran bukan sekedar menampilkan aktivitas industri, tetapi juga menjadi ruang edukasi publik terkait praktik keberlanjutan.
Melalui pendekatan itu, Disperindag ingin mengubah persepsi negatif masyarakat terhadap industri tambang dengan menunjukkan komitmen perusahaan terhadap aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).
“Perusahaan tidak hanya berorientasi pada nilai tambah ekonomi, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan dan kontribusi sosial,” ujar Joice.

Dalam pameran tersebut, masing-masing perusahaan menghadirkan konsep interaktif yang memungkinkan pengunjung memahami proses pertambangan hingga hilirisasi. Selain itu, program pemberdayaan masyarakat, termasuk dukungan terhadap UMKM lokal, juga menjadi bagian dari materi yang disampaikan.
Joice menegaskan bahwa hilirisasi tidak hanya dimaknai sebagai pembangunan smelter, tetapi juga harus berdampak langsung pada ekonomi masyarakat.
“Kami ingin menunjukkan bahwa hilirisasi juga menyentuh ekonomi rakyat, termasuk membuka peluang bagi pelaku UMKM,” katanya.
Khusus untuk PT Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP), yang masih dalam tahap awal operasional, belum menampilkan produk UMKM. Meski begitu, perusahaan tersebut memaparkan visinya sebagai kawasan industri nikel terintegrasi yang mengedepankan prinsip ramah lingkungan dan berbasis ESG, sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan pelaku usaha lokal.
Antusiasme masyarakat terhadap kehadiran perusahaan-perusahaan tersebut terbilang tinggi. Sejak hari pertama hingga penutupan, booth industri tambang ramai dikunjungi warga yang ingin mengetahui lebih jauh tentang proses produksi, program sosial, hingga peluang kerja yang tersedia.
“Ini menunjukkan masyarakat Kendari ingin lebih memahami industri yang ada di daerahnya, termasuk peluang yang bisa dimanfaatkan,” ungkap Joice.

Tahun ini menjadi langkah awal kolaborasi antara Disperindag Sultra dengan perusahaan tambang dalam perayaan HUT daerah. Dari enam perusahaan yang diundang, empat di antaranya berhasil dilibatkan, sesuatu yang sebelumnya belum pernah dilakukan.
Lebih lanjut, Joice menyebut perusahaan-perusahaan tersebut merupakan mitra strategis Disperindag, khususnya dalam sektor perdagangan luar negeri. Setiap aktivitas ekspor yang dilakukan, dokumen penting seperti Certificate of Origin (COO) atau Surat Keterangan Asal (SKA) diterbitkan melalui Disperindag Sultra.
Disperindag Sultra menyampaikan apresiasi atas dukungan perusahaan yang telah berpartisipasi. Kolaborasi itu diharapkan terus berlanjut untuk memperkuat ekosistem industri dan perdagangan di Sultra.
Penulis: Tim Redaksi
