TOLANOSULTRA.COM, KONUT – BPR Bahteramas Konawe Utara (Konut) mendorong masyarakat Desa Otole, Kecamatan Lasolo, agar semakin cerdas dalam mengelola keuangan sekaligus memanfaatkan peluang usaha untuk meningkatkan kesejahteraan.
Dorongan tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi dan literasi serta inklusi keuangan yang digelar BPR Bahteramas Konut di Kantor Desa Otole pada Kamis (10/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 50 warga Desa Otole.
Sosialisasi menjadi ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menabung, penggunaan kredit secara bijak hingga kewaspadaan terhadap penipuan keuangan.
Direktur Utama (Dirut) BPR Bahteramas Konut, Sunardi mengatakan, literasi keuangan menjadi salah satu faktor penting dalam membantu masyarakat mengelola pendapatan dengan lebih baik.
Menurutnya, masyarakat tidak hanya perlu bekerja keras memperoleh penghasilan, tetapi juga memahami bagaimana mengatur, menyimpan dan memanfaatkan uang secara tepat.
“Banyak dari kita yang sudah bekerja keras, tapi belum tahu cara mengelola, menabung, dan meminjam dengan bijak,” kata Sunardi.
Ia menjelaskan, BPR Bahteramas hadir sebagai bank milik daerah yang ingin menjadi mitra keuangan masyarakat, termasuk warga Desa Otole.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 50 warga Desa Otole. (Istimewa)
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diperkenalkan dengan sejumlah layanan perbankan, di antaranya Tabungan SimPel bagi pelajar dan Tabungan Bahteramas untuk masyarakat umum.
Selain menabung, BPR Bahteramas Konut juga mendorong masyarakat yang memiliki usaha agar memanfaatkan akses pembiayaan secara produktif. Kredit dapat diarahkan untuk mendukung pengembangan usaha masyarakat, termasuk sektor UMKM, pertanian dan perikanan.
“Kami siap membantu permodalan usaha dengan bunga ringan dan proses mudah, agar usaha semakin berkembang,” ujarnya.
Sunardi juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap berbagai tawaran investasi maupun pinjaman yang berpotensi merugikan. Ia meminta warga memastikan layanan keuangan yang digunakan memiliki legalitas dan masuk akal secara manfaat maupun risikonya.
Ia menekankan prinsip 2L, yakni Legal dan Logis, sebagai langkah sederhana yang dapat digunakan masyarakat sebelum mengambil keputusan terkait produk atau layanan keuangan.
“BPR Bahteramas sudah berizin dan diawasi OJK,” jelasnya.
Sunardi berharap, sosialisasi tersebut tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi dapat diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Pengelolaan keuangan yang baik diharapkan mampu membantu warga memenuhi kebutuhan sekaligus menyiapkan masa depan.
“Uang bukan hanya untuk dibelanjakan, tapi juga untuk ditabung dan diputar jadi usaha yang mendatangkan manfaat,” pungkasnya.
Melalui kegiatan tersebut, BPR Bahteramas Konut berharap masyarakat Desa Otole semakin memahami layanan keuangan formal dan mampu menggunakannya secara bijak untuk mendukung kemandirian ekonomi.(*)
Laporan: Ismu
