Pemprov Sultra dan Kendari Raih Penghargaan KEJAR, Akses Rekening Pelajar Makin Diperkuat

Pemprov Sultra dan Pemkot Kendari meraih KEJAR Award 2026 sebagai wilayah terbaik di Sulawesi dalam memperluas akses rekening pelajar. (Istimewa)

TOLANOSULTRA.COM, KENDARI Upaya pemerintah daerah di Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam memperluas akses keuangan bagi pelajar mendapat pengakuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra dan Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari masing-masing meraih penghargaan pada KEJAR Award 2026.

Pemprov Sultra dinobatkan sebagai Wilayah Implementasi KEJAR Terbaik Tingkat Provinsi Regional Sulawesi. Sementara Pemkot Kendari meraih predikat Wilayah Implementasi KEJAR Terbaik Tingkat Kabupaten/Kota Regional Sulawesi.

Baca Juga :  Bank Sultra Salurkan Bantuan Rp93 Juta untuk Korban Banjir Kendari

Program KEJAR merupakan bagian dari upaya membangun budaya menabung di kalangan pelajar melalui kepemilikan rekening. Program tersebut sekaligus menjadi sarana memperkenalkan layanan keuangan secara lebih dini kepada generasi muda.

Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha menyebut penghargaan tersebut merupakan hasil dari sinergi pemerintah daerah dengan industri jasa keuangan dan satuan pendidikan.

Baca Juga :  Transaksi Digital Bank Sultra Melonjak, QRIS Tumbuh Hampir 300 Persen

Menurutnya, keberhasilan implementasi KEJAR tidak hanya bergantung pada pembukaan rekening.

“Edukasi mengenai pengelolaan keuangan serta kebiasaan menabung juga menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian finansial pelajar,” ujar Bismi dalam keterangan resminya pada Selasa (1/9/2026).

Penghargaan bagi Pemprov Sultra dan Pemkot Kendari diserahkan dalam puncak peringatan Hari Indonesia Menabung Tahun 2026 di SRMA 13 Bekasi, Jawa Barat.

Baca Juga :  Pemprov Sultra Anggarkan Rp25 Miliar di APBD 2026 untuk Rehabilitasi RTHL

OJK Sultra memastikan penguatan Program KEJAR akan terus dilanjutkan. Perluasan tersebut diarahkan agar semakin banyak pelajar di daerah memiliki akses terhadap rekening sekaligus memperoleh edukasi mengenai pengelolaan keuangan.

Dengan demikian, rekening pelajar tidak berhenti sebagai produk layanan perbankan, tetapi dapat menjadi pintu masuk untuk membentuk kebiasaan finansial yang sehat sejak usia sekolah.(*)

Laporan: Ismu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *